Hanura

Bangun Budaya Lokal, Highscope Indonesia Gelar Pentas Seni

 MINGGU, 25 FEBRUARI 2018 , 22:49:00 WIB | LAPORAN: WIDYA VICTORIA

Bangun Budaya Lokal, Highscope Indonesia Gelar Pentas Seni

Foto: Ist

RMOL. Sekolah Highscope Indonesia Parents Association (SHIPA) menggelar pentas seni bertajuk 'Adinda di Negeri Ajaib, di Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta, Minggu petang (25/2).  
Pentas seni ini diikuti siswa Highscope, mulai tingkat TK hingga SMA. Tujuannya, untuk lebih mengenalkan budaya Nusantara di usia dini.

Selain untuk menumbuhkan rasa cinta terhadap kebudayaan asli Indonesia, para orang tua murid ingin mengasah potensi atau bakat terpendam dari para murid Highscope Indonesia.

"Acara ini merupakan ajang unjuk kreatifitas dari anak-anak kami. Mereka banyak yang punya bakat menari, menyanyi, teater dan sebagainnya. Tapi mereka jarang tampil. Nah, melalui acara ini bakat mereka bisa kita asah dan kembangkan," papar koordinator Komite Pentas Seni SHIPA, Tina Nababan.

Adapun tarian yang ditampilkan yaitu saman, tor-tor,  kembang jatoh, gandrang bulo, hip-hop dan paduan suara.

Tina menilai orangtua murid, khususnya dari para ibu, sangat antusias dengan kegiatan ini. Dan, pihak sekolah memberikan dukungan penuh. Disediakan ruang khusus untuk berlatih serta guru paduan suara.

Alhasil, dalam tiga bulan saja, para siswa Highscope bisa menampilkan suguhan seni yang ciamik. Acapkali disambut applaus oleh para orang tua yang menyaksikannya.

"Kami ingin melanjutkan kegiatan ini. Ternyata anak-anak Highscope banyak yang berbakat kesenian. Dan mereka perlu dikenalkan dengan kesenian asli Indonesia," papar Tina.

Cerita Adinda di Negeri Ajaib yang diinisiasi Ruri Nostalgia, mengisahkan seorang anak remaja yang tumbuh di ibu kota.

Adinda lebih tertarik dengan budaya luar nan kekinian, ketimbang budaya Indonesia. Salah satu paling yang digemarinya adalah hip-hop.

Suatu saat, Adinda selesai berdansa hip-hop dengan rekannya, kecapekan dan tertidur pulas di sudut taman.

Dalam tidur, Adinda bermimpi bertemu dua kupu-kupu yang bisa berbahasa manusia. Keduanya membawa Adinda berkeliling Indonesia.

Mulai dari Papua, Kalimantan, Sumatera hingga Jawa. Saat menjejakkan kaki di pulau, Adinda tak henti-hentinya merasa takjub.

Ya, karena keindahan serta keragaman budaya yang ditemukannya. Dijamin, ada hal baru dari masing-masing pulau di Indonesia. Mulai dari tari-tarian, permainan khas, keindahan alam, hingga makanannya.

Dalam pagelaran ini, diperagakan sejumlah tari khas semisal Tari Saman (Aceh), Tor-Tor (Sumatera Utara), Enggang (Kalimantan), Kembang Jatoh (Betawi), Gandang Bulo (Sulawesi Selatan). Serta permainan Cublak-Cublak Suweng khas Jawa.

Selanjutnya, Adinda terbangun dari mimpi. Dirinya-pun mencari kedua kupu-kupu, sahabatnya itu. Bisa jadi, Adinda belum puas berkeliling Indonesia. [sam]

Komentar Pembaca
Indonesia Bukan Antek Beijing dan AS!

Indonesia Bukan Antek Beijing dan AS!

, 18 JUNI 2018 , 09:00:00

Said Aqil: Staquf Ke Israel Bukan Agenda NU!
Foto Skuad Cendana

Foto Skuad Cendana

, 15 JUNI 2018 , 18:53:00

Yahya Staquf Berbicara Di Israel

Yahya Staquf Berbicara Di Israel

, 11 JUNI 2018 , 20:21:00

Selamat Lebaran Dari Sudrajat

Selamat Lebaran Dari Sudrajat

, 15 JUNI 2018 , 13:04:00