Hanura

Banyak Kelompok Yang Mengubah Fungsi Masjid Sebagai Tempat Ibadah

 SENIN, 12 MARET 2018 , 04:59:00 WIB | LAPORAN: JOHANNES NAINGGOLAN

Banyak Kelompok Yang Mengubah Fungsi Masjid Sebagai Tempat Ibadah

Foto/RMOL

RMOL. Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) menggelar acara Tabligh Kebangsaan di Masjid Jami Nurul Wathan, Sunter Agung, Jakarta Utara.
Lurah Sunter Agung Andi Dirham mengapresiasi kegiatan tabligh kebangsaan tersebut.

Menurutnya kegiatan seperti ini harus dilaksanakan di setiap wilayah, mengingat beberapa bulan kedepan, masyarakat sudah dihadapi agenda politik Pilkada 2018 maupun Pemilu 2019.

Andi menilai, jika para tokoh dan pemuka agama di masyarakat tidak segera diingatkan tentang persatuan dan kesatuan. Ia tidak menginginkan agenda politik berakibat terpecahnya umat.

"Oleh karena itu mari kita berikan kesejukan dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa," ujar Andi dalam sambutannya.

Sementara itu KH. Ahmad Imron dari pengasuh Pondok Pesantren Darul Falahiyah menyatakan menjauhkan masjid dari hingar bingar politik adalah tanggung jawab bersama.

Menurutnya, umat islam tidak boleh alergi politik namun jangan juga menggunakan Masjid sebagai sarana dalam menyalurkan syahwat politik.

"Ini yang tidak boleh. Kini banyak kelompok yang mengubah fungsi Masjid sebagai tempat ibadah. Ini harus di cegah karena dapat merusak keumatan ditengah-tengah kemajemukan kita," ujurnya dalam tausiyah kebangsaan.

Imron menambahkan Islam sebagai rahmattan lil alamin yang membawa kesejukan di dalam hati sanubari pemeluknya, harus tetap dijaga. Untuk itu sudah menjadi kewajiban umat muslim dalam menjalankan shalat guna menghindari perbuatan keji dan mungkar dengan mengembalikan peran masjid seutuhnya sebagai tempat sarana beribadah.

Selain itu Imron juga berpesan, umat muslim harus bisa menjaga fungsi masjid seutuhnya sebagai sarana penyejuk umat. Sebab jika fungsi Masjid sudah terkontaminasi oleh kepentingan politik dan kemajuan teknologi maka akan berdampak terhadap bergesernya aqidah umat Islam.

"Ini dapat terjadi apabila peran masjid telah berubah dari tempat sarana ibadah menjadi tempat berkumpulnya oknum untuk melakukan manuver politik memuluskan ambisinya dalam meraih kekuasaan tanpa memikirkan kemaslahatan umat," ucapnya.

Imron menambahkan Masjid yang merupakan poros kehidupan umat, dalam merefleksikan emosional sesama umat agar tidak ternoda dengan datangnya oknum tertentu demi tujuan dan misi terselubung terhadap ambisi kelompok atau pribadi para politisi, apalagi hanya demi meraih simpati dan dukungan suara.

"Sebagai umat muslim kita harus faham agar jangan sampai tertipu oleh intrik-intrik politik yang dibawa masuk oknum tertentu ke lingkungan masjid," tegasnya.

Acara bertema "Masjid Sebagai Sarana Memperkokoh Ukhuwan Islamiyah" ini juga dihadri Ketua DKM Masjid Jami Nurul Wathan H. Mustajab dan tokoh masyarakat di kawasan Sunter, Jakarta Utara. [nes]

Komentar Pembaca
Komunitas Tionghoa Kapok Dukung Jokowi
Elza Syarief - Keadilan (Bag.4)

Elza Syarief - Keadilan (Bag.4)

, 24 MEI 2018 , 14:00:00

Maradona Dampingi Maduro

Maradona Dampingi Maduro

, 18 MEI 2018 , 02:14:00

Buka Puasa Bersama Di Istiqlal

Buka Puasa Bersama Di Istiqlal

, 17 MEI 2018 , 19:22:00

Penghargaan

Penghargaan "Inspirator Bangsa"

, 17 MEI 2018 , 05:56:00