Hanura

Tidak Ada Perbedaan Gender Di Dunia Maritim Indonesia

 KAMIS, 15 MARET 2018 , 06:59:00 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Tidak Ada Perbedaan Gender Di Dunia Maritim Indonesia

Foto: Net

RMOL. Peran perempuan Indonesia dalam dunia kemaritiman sudah dimulai sejak lama, tepatnya sejak abad ke-16.
Begitu kata   Ketua Umum Indonesian National Shipowners’ Association (INSA) Carmelita Hartoto dalam acara Pameran dan Konferensi Asia Pacific Maritime (APM) ke-15 di Marina Bay Sands, Singapura, Rabu (14/3) malam.

"Peran perempuan dalam kancah kemaritiman tidak bisa dipisahkan sejak lama, misalnya adanya Laksamana Malahayati yang dikenal sebagai pahlawan dan memimpin perjuangan perempuan Aceh pada abad ke 16," urainya sebagaimana keterangan tertulis yang diterima redaksi.

Carmelita menjelaskan bahwa peran perempuan yang semakin besar di kancah maritim saat ini berhasil mengikis perbedaan perlakuan gender antara perempuan dan laki-laki di dunia maritim Indonesia. Artinya, kesempatan berkembang bagi perempuan di dunia maritim sangat terbuka, tergantung dari kompetensi individu masing-masing.

"Tidak ada perbedaan perlakuan antara laki-laki dan perempuan di dunia maritim Indonesia. Mereka memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang," sambungnya saat memberikan pemaparan pada sesi peran perempuan dalam dunia kemaritiman.

Meski demikian, jumlah pelaut perempuan memang masih cukup sedikit jika dibandingkan pelaut laki-laki. Per 9 Maret 2018, jumlah pelaut perempuan mencapai 10,320 orang dari total jumlah pelaut yang ada yakni 899,768 orang.

Namun begitu, peran perempuan dalam industri maritim Indonesia telah memasuki banyak bidang. Hal ini bisa dilihat dari beberapa jabatan strategis yang telah dipegang perempuan di dunia kemaritiman Indonesia sejak beberapa tahun terakhir.

Perempuan Indonesia banyak yang bergerak sebagai pelaku usaha pelayaran, menjadi pucuk pimpinan manajemen perusahaan pelayaran, pejabat di kementerian terkait kemaritiman, hingga menjadi pakar hukum maritim dan konsultan hukum maritim.

Perempuan yang bekerja di sektor maritim juga bukan hal asing di Indonesia. Ini lantaran Menteri Kelautan dan Perikanan pada pemerintahan saat ini dijabar oleh Susi Pudjiastuti yang dihargai atas prestasi dan kinerja yang ditunjukkan selama ini.

"Peran perempuan dan laki-laki di dunia maritim Indonesia sudah menuju arah positif dalam kesamaan pemberian hak dan kewajiban, kendati peran perempuan masih harus terus didorong," ujarnya.

Selain Carmelita terdapat beberapa pembicara lain pada sesi ini, seperti Chief Executive Officer Nordic Flow Control PTE LTD Dorcas Teo, Director & President, Singapore, Asia Legal LLC & Women International Shipping & Trading Association Singapore Magdalena Chew, Regiona; Head, Human Capital (Subcontinent Region), India, DP Wolrd Modal Srivastava, Co-Founder & Senior Legal Counsel, Legal & Compliance, Su Yin Anand. [ian]

Komentar Pembaca
Adhie Massardi - Unegh Unegh (Bag.1)

Adhie Massardi - Unegh Unegh (Bag.1)

, 19 JUNI 2018 , 11:00:00

Indonesia Bukan Antek Beijing dan AS!

Indonesia Bukan Antek Beijing dan AS!

, 18 JUNI 2018 , 09:00:00

Foto Skuad Cendana

Foto Skuad Cendana

, 15 JUNI 2018 , 18:53:00

Selamat Lebaran Dari Sudrajat

Selamat Lebaran Dari Sudrajat

, 15 JUNI 2018 , 13:04:00

Jokowi Tanpa Pin Presiden

Jokowi Tanpa Pin Presiden

, 13 JUNI 2018 , 17:39:00