Hanura

LSAF Global Kembangkan Pendidikan Akuntansi Di Indonesia

 SABTU, 17 MARET 2018 , 04:49:00 WIB | LAPORAN: WAHYU SABDA KUNCAHYO

LSAF Global Kembangkan Pendidikan Akuntansi Di Indonesia

Manish Gidwani/Net

RMOL. Dunia kerja menjadi semakin kompetitif di Indonesia, terutama bagi sejumlah peluang yang menawarkan jalur karir sesuai dan memuaskan atau profesi.
Terdapat beberapa faktor yang menyebabkan hal itu terjadi. Di antaranya adalah banyak orang menganggap berpengetahuan saja sudah cukup, padahal sangat penting untuk berpengetahuan yang tepat serta paham cara penerapannya dalam praktik.

Seperti yang dikatakan pendiri dan CEO London School of Accountancy and Finance (LSAF) Global Manish Gidwani bahwa pendidikan akuntansi di Indonesia masih terfokus pengetahuan yang stagnan, sementara lulusan akuntansi memerlukan keterampilan nyata dalam menangani masalah yang muncul dalam bisnis yang kian kompleks.

"Pendidikan akuntansi juga membutuhkan keterampilan mengajar yang sesuai praktik bukan konsep semata. Agar siswa di jurusan akuntansi dan keuangan menjadi seorang profesional sejati di bidangnya, pendidikan tinggi memerlukan ACCA untuk menjembatani siswa untuk terjun ke dunia akuntansi profesional," papar Manish dalam keterangannya, Sabtu (17/3).

Kepala kantor perwakilan ACCA Indonesia Conny Siahaan mengatakan, misi ACCA di Indonesia untuk mendukung pengembangan akuntan profesional sehingga industri dan para akuntan muda Indonesia dapat bersaing dan bahkan mengambil peran utama di pasar global.

"Melalui kerja sama dengan approved learning partner seperti LSAF, ACCA bertujuan untuk membina generasi muda Indonesia yang mencari karir di bidang keuangan dan bisnis dan membantu mempersiapkan para akuntan professional di Indonesia. Harapan kami bahwa bersama LSAF kita dapat menambah jumlah dan kualitas akuntan profesional di Indonesia dan dunia," jelasnya.

Menurut Conny, secara global, ACCA menawarkan program kualifikasi yang menjadi pilihan pertama bagi  siswa di lebih dari 180 negara yang ingin memiliki karir sukses di bidang akuntansi, keuangan, dan manajemen.

Ditambah lagi, fleksibilitas program ACCA yang saling berkait memberikan titik masuk bagi siswa dari berbagai kelompok usia serta pengalaman industri yang berbeda. Siswa LSAF terentang dari lulusan S1 di bidang Akuntansi, siswa SMP dan SMA, hingga siswa dari berbagai usia yang memiliki pengalaman kerja bervariasi. Semuanya berawal dari Diploma Akuntansi dan Bisnis, meningkat ke Diploma Lanjutan sampai Sarjana Terapan Akuntansi dari Oxford Brookes University di Inggris.

"Pada tingkat ini, para siswa terjun ke tingkat profesional di mana mereka akan menjalani magang di perusahaan lokal dan kembali ke kampus menyelesaikan tugas akademik untuk mendapatkan gelar Master dari Oxford Brookes University. Dengan memperoleh gelar tersebut, siswa akan akan mampu menunjukkan kepada perusahaan potensial bahwa mereka memiliki semua keterampilan lulusan yang relevan untuk meraih karir cemerlang di bidang akuntansi dan keuangan," jelasnya.

Lanjut Conny, fleksibilitas merupakan keunggulan dari LASF. Siswa lulusan SMA atau sederajat memiliki kesempatan untuk langsung belajar di bidang akuntansi dan bisnis. Meskipun fleksibilitas pada tingkat pemula memberi kesempatan bagi setiap orang untuk mencapai tujuan pribadi, mungkin tidak ada yang lebih menguntungkan selain para siswa sekolah menengah atas yang belajar untuk meraih sertifikat diploma akuntansi dan bisnis.

"Dengan memulai karirnya, hal ini melengkapi mereka dengan sertifikat diploma profesional yang diakui bahkan sebelum mereka mulai mendaftar ke universitas. Sebuah keuntungan yang dapat diraih karena bukti kemampuan dan ketekunan," ujarnya.

Hal utama dari semua kualifikasi tersebut adalah walau tetap di Indonesia, mereka mendapat gelar Diploma yang diberikan oleh ACCA, sedangkan gelar Bachelor Degree dari Oxford Brookes University dan Master Degree dari University of London.

Sementara itu, anggota Dewan LSAF GLOBAL, Lillian Kallman, meyakini bahwa banyak orang tua yang khawatir apakah anak mereka akan memiliki kompetensi memadai sehingga dapat bekerja di tempat yang baik.

"Di LSAF Global kami percaya program kami sejalan dengan visi Presiden Joko Widodo dalam dunia pendidikan Tanah Air, yakni Indonesia harus memiliki lulusan sekolah tinggi yang memiliki kompetensi tinggi dan siap pakai," katanya.

Lilian menambahkan bahwa banyak pemimpin dunia dan peraih penghargaan Nobel Internasional merupakan lulusan dari University of London. Salah satu yang paling dikenal adalah pejuang hak asasi manusia mendiang Nelson Mandela yang menghabiskan 27 tahun di penjara belajar mengenai hukum lewat program internasional dari University of London.

LSAF Global sendiri menjadi satu-satunya Gold Approved Learning Partner dari Association of Chartered Certified Accountants (ACCA) di Indonesi yang mempersiapkan jalur bagi siswa agar dapat memperoleh pengetahuan dan keterampilan praktis yang dibutuhkan industri akuntansi dan keuangan di Indonesia.

Didirikan di London pada 1904, ACCA adalah badan global terkemuka untuk para akuntan profesional dan memiliki lebih dari 200 ribu anggota dan 486 ribu siswa di seluruh dunia. Visi ACCA di tahun 2020 adalah menjadi nomor satu dalam mengembangkan profesi akuntansi profesional yang dibutuhkan dunia. [ian]


Komentar Pembaca
Negara Merugi, Jokowi Ikut Menikmati?

Negara Merugi, Jokowi Ikut Menikmati?

, 16 JULI 2018 , 15:00:00

Solusi RR Soal Dana Parpol Bernas!

Solusi RR Soal Dana Parpol Bernas!

, 16 JULI 2018 , 13:00:00

Istana Kaget Airlangga Bertemu SBY

Istana Kaget Airlangga Bertemu SBY

, 11 JULI 2018 , 19:24:00

Rizal Ramli Dukung Penghapusan PT

Rizal Ramli Dukung Penghapusan PT

, 09 JULI 2018 , 17:10:00

Bunga Untuk Hakim

Bunga Untuk Hakim

, 12 JULI 2018 , 14:22:00