Hanura

Citra Kartini Indonesia, Mempertahankan Semangat RA Kartini

 SENIN, 16 APRIL 2018 , 08:00:00 WIB | LAPORAN: ARRY KURNIAWAN

Citra Kartini Indonesia, Mempertahankan Semangat RA Kartini
RMOL. Perempuan Indonesia saat ini bisa bebas berkarya. Ini merupakan hasil perjuangan RA Kartini, sosok pahlawan Indonesia yang menjunjung tinggi kesamaan hak antara kaum pria dan perempuan.
"Kami ingin mempertahankan semangat Kartini untuk terus menginspirasi perempuan Indonesia di era milenial atau Zaman Now untuk terus berkarya untuk negeri," ungkap Ketua Yayasan Citra Kartini Indonesia (CIRI), Ayu Heni Rosan, pekan lalu di Jakarta.

Yayasan CIRI, yang sudah berkiprah 1,5 tahun dan berbadan hukum Yayasan sejak 21 April 2017, diharapkan mampu menghasilkan karya-karya orisinal perempuan Indonesia. Berbekal pada visi yang mengacu "Tujuan Pembangunan Berkelanjutan" (Sustainaible Development Goals-SGD) as defined in Transforming Our World to 2030 yang dikeluarkan oleg PBB, paling tidak berkontribusi di pemberdayaan perempuan (women empowerment) dan aksi perubahan iklim (climate action).

Terkait itu, Yayasan CIRI menggelar sejumlah gelaran, bersamaan dengan peringatan 50 tahun Kamar Dagang Industri (Kadin) Indonesia. Gelaran ini menampilkan karya perempuan Indonesia. Mulai peragaan busana sampai kuliner termasuk promosi kopi robusta Aceh, serta promosi usaha kecil batik di pesisir Jawa dan tenun Badui. Ketua Bekraf, Triawan Munaf, secara resmi membuka gelaran acara dengan dihadiri Putri Kuswisnu Wardani, Rita Pusponegoro, Meme Hartoto, Nita Yudi (Ketua Iwapi), Yani Motik dan Shinta Kamdani (Wakil Ketua Kadin).

CIRI adalah perkumpulan nirlaba pemberdayaan perempuan yang didirikan oleh Ayu Heni Rosan, Miranti Sierad, Dara Wahid, Santi Sierad, Diah Permatasari, Fetty Azizah dan Sheilla Erlangga. Adapun kegiatan CIRI mencakup kuliner, art & fashion.

Dengan mengusung tema "Women harmony in diversity," CIRI akan memperluas gerakan kolaborasi karya perempuan di seluruh Indonesia dam bermitra dengan negara-negara tetangga. Diawali dengan promosi kopi robusta Aceh ke Eropa Timur, demo oleh Chef Santhi Sierad "Urap pegagan" dan Chef Mika Hadi "Kue Lumpur", serta mempromosikan binaan UMKM para pembatik di pesisir Jawa dan tenun Baduy.

Di bidang women empowerment akan ditangani Ketua Bekraf Triawan Munaf, sedangkan untuk produk kearifan lokal dipimpin langsung Putri Kuswisnu Wardhani, untuk peduli Climate Change akan dipimpin oleh Kartini Syahrir, serta listrik desa akan dimentori Srikandi Tri Mumpuni.

Semua ini diawali dengan pentingnya komunikasi seperti yang pernah dilakukan RA Kartini di waktu lalu yang mampu menjalin korespondensi dengan teman-teman perempuannya dari manca negara. Dengan menyimak konsep RA Kartini tersebut, CIRI berharap dapat melaksanakan perannya di bidang seni budaya, fashion, kuliner dan pariwisata Indonesia dengan bekerja sama dengan mitra luar negeri.  [rry]

Komentar Pembaca
25 Hal Tentang Menteri Amran

25 Hal Tentang Menteri Amran

, 19 APRIL 2018 , 17:00:00

Sahabat Rocky Gerung Melawan!

Sahabat Rocky Gerung Melawan!

, 19 APRIL 2018 , 11:00:00

Di Tengah Cakra Buana

Di Tengah Cakra Buana

, 15 APRIL 2018 , 10:57:00

Spanduk #2019GantiPresiden Terbesar

Spanduk #2019GantiPresiden Terbesar

, 19 APRIL 2018 , 01:12:00

Solidaritas Untuk Rocky Gerung

Solidaritas Untuk Rocky Gerung

, 17 APRIL 2018 , 21:28:00