Hanura

Freeport Berdayakan Suku Kamoro Budidaya Kepiting Bakau

 KAMIS, 19 APRIL 2018 , 05:03:00 WIB | LAPORAN: WAHYU SABDA KUNCAHYO

RMOL. PT Freeport Indonesia turut berkontribusi dalam upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat Papua. Salah satu program pemberdayaan yang dikelola melibatkan Suku Kamoro yang bermukim di pesisir pantai Mimika dalam budidaya kepiting bakau atau lebih dikenal dengan sebutan karaka.
Budidaya kepiting bakau dipilih mengingat ketersediaan bibit di alam terbuka cukup banyak dan selama ini belum diorganisir dengan baik.

Pada 20 Maret lalu, Freeport bekerja sama dengan Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Mimika serta Yayasan Crab Ball Mangrove Indonesia dan sejumlah lembaga meluncurkan program budidaya kepiting bakau di Mile 10, area tambang Freeport, Kabupaten Mimika. Acara turut dihadiri langsung oleh Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti.

"Budidaya kepiting bakau bertujuan untuk menciptakan masyarakat Suku Kamoro yang lebih mandiri, serta meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat," ujar Executive Vice President Sustainable Development PT Freeport Indonesia Sonny Prasetyo kepada wartawn, Kamis (19/4).

Menurutnya, pada program budidaya kepiting bakau, masyarakat setempat yang mendapatkan pelatihan budidaya akan dilibatkan dalam berbagai tahapan, mulai dari pelatihan awal, praktik budidaya hingga pelaksanaan panen.

Dalam perannya sebagai pendamping pada program pemberdayaan, Freeport mengarahkan pembentukan koperasi yang nantinya dapat melayani pengaturan kontrak jual beli dengan pelaku pasar.

"Sebagai perusahaan tambang yang beroperasi di wilayah Kabupaten Mimika, PT Freeport Indonesia terus melaksanakan komitmennya dalam membangun masyarakat. Komitmen membangun masyarakat didasari oleh pemikiran bahwa masyarakat harus dapat menikmati nilai manfaat keberadaan perusahaan, sekaligus perlunya mendorong masyarakat dapat lebih mandiri di masa mendatang," terang Sonny.

Dengan menerapkan budidaya kepiting bakau yang dikelola secara baik, diharapkan masyarakat suku Kamoro dapat memperoleh nilai manfaat yang lebih besar, hingga pada gilirannya dapat meningkatkan kesejahteraannya. Diharapkan juga program bisa berjalan optimal karena selama ini Suku Kamoro menganut konsep kehidupan 3S atau sampan, sungai dan sagu yang melekat erat dalam kehidupan sehari-hari.

Masyarakat hanya mengembangkan budaya mencari, menangkap dan meramu sehingga pemanfaatan keanekaragaman hayati di lingkungan sekitar hanya dilakukan dengan cara sangat sederhana.

Menteri Susi mendukung upaya yang dilakukan Freeport dalam memberdayakan masyarakat yang pada gilirannya diharapkan dapat mendorong bergerak dan tumbuhnya perekonomian setempat.

"Saya sangat mengapresiasi atas apa yang dilakukan Freeport. Ini sebuah kewajiban perusahaan yang harus dilakukan terhadap masyarakat di sekitar perusahaan," ujarnya.

Susi mengapresiasi prakarsa yang dilakukan oleh Freeport sebagai bentuk dukungan perusahaan terhadap upaya pemerintah dalam mendorong berkembangnya usaha budidaya kepiting bakau yang dikelola secara baik.

"Kita perlu menjaga agar kepiting yang sedang bertelur tidak diambil sehingga jumlahnya makin banyak di alam. Kalau bisa budidayakan yang jantan sedangkan yang betina dilepaskan di perairan supaya berkembang biak dan bibit di alam dijaga keberadaannya," jelasnya. [ian]

Komentar Pembaca
Hati-Hati

Hati-Hati "Uang Baru" Palsu!

, 23 MEI 2018 , 17:00:00

Hidayat Nur Wahid - NKRI (Bag.2)

Hidayat Nur Wahid - NKRI (Bag.2)

, 23 MEI 2018 , 15:00:00

Prabowo Datangi Parlemen

Prabowo Datangi Parlemen

, 16 MEI 2018 , 17:38:00

Terima Alumni 212

Terima Alumni 212

, 16 MEI 2018 , 18:06:00

Maradona Dampingi Maduro

Maradona Dampingi Maduro

, 18 MEI 2018 , 02:14:00