Hanura

Anies Baswedan Akhirnya Dengarkan Saran Alim-Ulama

Batalkan Rencana Salat Tarawih Di Monas

 SELASA, 22 MEI 2018 , 10:43:00 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Anies Baswedan Akhirnya Dengarkan Saran Alim-Ulama

Foto/Net

RMOL. Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Sandiaga Uno sepakat membatalkan rencana Salat Tarawih besar-besaran di lapangan Mo­nas. Anies-Sandi mendengarkan saran ulama dengan memindahkan penyeleng­garaan Salat Tarawih ke Masjid Istiqlal.
Keputusan pembatalan Salat Tarawih besar-besarn di Lapangan Monas disampai­kan Wakil Gubernur DKI Sandiaga Uno di Gedung Indosat, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, kemarin. Dia menjelaskan, pembatalan karena berdasarkan diskusi dan saran dari Majelis Ulama Indonesia (MUI), Nahdlatul Ulama, dan Muhammadiyah serta ormas lainnya.

"Kita harus mengikuti apa yang diinginkan oleh para ulama dan tadi sudah kita koor­dinasikan juga dengan teman-teman NU, Muhammadiyah, di MUI. Dan akhirnya setelah kita pertimbangkan, kita akan ikuti saran dari ulama (membatalkan Salat Tarawih di Monas)," kata Sandiaga.

Salat Tarawih, ujar dia, tetap dilakukan tetapi tempatnya di Masjid Istiqlal. Saat ini, pihaknya sedang berkoordinasi dengan Masjid Istiqlal, apakah bisa melakukan satu koordi­nasi supaya buka puasa dan tarawihnya bisa dilakukan di Masjid Istiqlal.

Senada, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengaku mematuhi rekomendasi MUI dan Ormas Islam untuk memindahkan Salat Tarawaih di Monas ke Masjid Istiqlal. "Salat Tarawih akan tetap jalan pada 26 Mei di Masjid Istiqlal. Kami merujuk pada ulama," ujar Anies, di Balai Kota.

Lebih lanjut, Anies menegaskan, telah berk­oordinasi dengan takmir Masjid Istiqlal men­genai agenda yang akan dilakukan Pemprov DKI Jakarta. "Sudah berkoordinasi pada Masjid Istiqlal (diselenggarakan) di waktu yang sama," ujarnya.

Masih menurut Anies, awal mula ingin men­gadakan Salat Tarawih di Monas karena ingin meningkatkan kebersamaan warga Jakarta. Kata dia, jika di Monas semua masyarakat bisa datang. "Nggak ada masalah dan fisik aman," sebutnya.

Sebelumnya, Ketua Umum MUI Pusat KH Ma'ruf Amin angkat suara terkait rencana Pemprov DKI menyelenggarakan salat tarawih di Monas. Ma'ruf menyarankan Pemprov menggelar Salat Tarawih di masjid.

"Kami tidak tahu maksudnya apa, tujuannya apa, ya kan harus ada tujuannya karena saya tidak tahu motifnya apa, kalau saya sih seba­gusnya tarawih itu di masjid," kata Ma’ruf.

User Rony Khadarusman mendukung keputusan Anies Sandi yang membatalkan karena mendengarkan saran ulama. "Hebat..... Pimpinan yang mau mendengarkan semua kalangan... Insyaallah amanah dan istiqomah selalu ya Pak."

Akun Agus Rohmat Widodo @arwidodo. menimpalinya "Alhamdulillah! Wagub DKI Jakarta Sandiaga Uno membatalkan wacana salat tarawih akbar yang akan dilaksanakan di Monas pada 26 Mei 2016 mendatang. Hal itu dilakukan terkait saran dari para ulama agar melaksanakan buka puasa dan tarawih di Masjid Istiqlal," tandasnya.

User Wira Gunawan justru mengkritik Anies. "Kemaren katanya sudah diskusi dengan ulama? Di salah satu media, katanya ide shalat tarawih di Monas karena instagramable San? Jadi diskusinya sa­ma ustad-ustad dan ulama-ulama Instagram? Ckckckk."

"Sebelumnya kamu bilang bahwa sudah dibicarakan dengan ulama, ulama yang mana cung.... Ketahuan bohongnya kan," sindirnya.

Komentar yang sama juga diucapkan user Sofian Zung. "Kemarin ngomongnya sudah diskus sama ulama. Sekarang batal lagi!," kata dia yang juga ditimpali user dengan nama Indian. "Wan ngibul lagi ngelesss.... Kemarin katanya maunya para ulama yang mau di Monas?," ungkapnya.

Karena tidak jelas, user Om_Jon dengan lantang mengatakan jika gubernur dan wakil gubernur tidak konsisten dalam menjalankan program pemerintahan. "Wagub mencla mencle, kemaren bilang jalan terus, ngga peduli MUI, hari ini pindah ke Istiqlal nurut sama MUI. Udah putus urat malu?," kritis pedasnya.

Lebih pedas, user jemmyisonfire menyebut jika Anies dan Sandi tidak mempunyai komit­men dan terkesan plinplan. "Lho kok ga jadi wan? Payah ah ente mah plin plan.. Ane kan dah siapin nasi bungkus spesial pake pete buat laskar."

Jika yang lain memprotes soal klaim menda­patkan restu dari ulama, user Wira Gunawan ikut memprotes alibi yang dikeluarkan Anies dan Sandi yang memilih memindahkan. Kata dia, tidak perlu ada statement dipindahkan lah, karena tarawih memang adanya di masjid, bukan di Monas.

"Apanya yang mo dipindahin.... Dari dulu juga tarawih emang di masjid... Wan wan," ujar user Si_ganteng7 yang diikuti user loet­fieus. "Gak usah dipindahkan pak Anies ku.. di Istiqlal selama bulan Ramadhan juga ada tarawih."

"Maaf, memang sebelumnya gak ada tarawih di Mesjid Istiqlal yah? Kok sampai harus pakai Monas, tapi terus di pindahkan ke Istiqlal? Ketelaluan ini kalau ada yang melarang tarawih di Istiqlal... Keterlaluan," kata user Edward Hutagalung.

Pernyataan Anies dan Sandi juga diprotes user Arie 'Iwan' Eryawan. Menurut dia, Sandiaga menuturkan acara salat tarawih bersama tetap akan diselenggarakan, tapi berpindah tempat. Salah satu opsinya adalah Masjid Istiqlal. "Saya agak bingung, memang sebelumnya di Masjid Istiqlal tidak pernah ada shalat tarawih bersama ya?,"  katanya.

User Muharto Hd ikut mengoreksi pernyataan Anies yang ingin mengadakan salat tarawih di Monas karena ingin meningkatkan kebersamaan warga. Dia mengambil Monas agar semua orang bisa datang. "Emang di Masjid Istiqlal pintu dibuka hanya untuk orang-orang tertentu?," sindirnya.

Berikutnya, user fadlan71 yang mengatakan salat taraweh tidak perlu koordinasi, karena setiap malam ramadan umat islam Jakarta banyak yang melaksanakan salat di Masjid Istiqlal. "Sandi cuma ngadi ngadi aja bikin acara politik dibungkus taraweh."

User Rangga Bayu bilang di istiqlal juga semuanya bisa datang, semua bisa masuk kok pak.... Hahahahaha. "Setiap malem di bulan Ramadan di Istiqlal selalu ada ibadah taraweh, masa Anis ngga tau," beber Interplastica.

Ferry Koto @ferrykoto mengatakan soal tarawih di Monas yang direncanakan @ aniesbaswedan memang harus dikritik keras. Darimana rujukannya salat tarawih di lapan­gan. Ada Istiqlal atau masjid At Tien yang bisa digunakan.

"Ada-ada saja gagasannya, kalau ada yang membela gagasan salah ini, ya membabi buta juga namanya."

Lebih lanjut, user Ace Lezat menuturkan salat tarawih tak usah dikoordinir dan diatur juga warga mah shalat tarawih tiap hari di Istiqlal. "Kamu aja tuh yang mau bikin aneh-aneh," katanya yang disambut user penn tan­jung. "Haha. Di Istiqlal setiap bulan ramadan ada teraweh. Silakan gabung nis, tapi jangan ngatur ngatur ya.. Ikutin aja."

Berikutnya, user Verry Rosandi bilang sebaik-baiknya salat lebih baik dilaksanakan di masjid. Pasti ada politisasi dan pengerahan massa untuk kepentingan golongan tertentu guna mencapai tujuan dalam Pilpres 2019. Tapi rakyat tidak bodoh.  ***

Komentar Pembaca
Indonesia Bukan Antek Beijing dan AS!

Indonesia Bukan Antek Beijing dan AS!

, 18 JUNI 2018 , 09:00:00

Said Aqil: Staquf Ke Israel Bukan Agenda NU!
Foto Skuad Cendana

Foto Skuad Cendana

, 15 JUNI 2018 , 18:53:00

Yahya Staquf Berbicara Di Israel

Yahya Staquf Berbicara Di Israel

, 11 JUNI 2018 , 20:21:00

Selamat Lebaran Dari Sudrajat

Selamat Lebaran Dari Sudrajat

, 15 JUNI 2018 , 13:04:00