Hanura

Sepanjang Ramadhan, PKPU Kirim 1668 Paket Makanan Untuk Pengungsi Rohingya

 JUM'AT, 08 JUNI 2018 , 18:14:00 WIB | LAPORAN: ZULFAHMI JAMBA

Sepanjang Ramadhan, PKPU Kirim 1668 Paket Makanan Untuk Pengungsi Rohingya

Dok, PKPU Human Initiative

RMOL. Lembaga kemanusiaan PKPU Human Initiative sebagai bagian dari Indonesian Humanitarian Alliance (IHA) telah mendistribusikan 1668 paket makanan kepada 8000 penerima manfaat, khususnya para pengungsi Rohingya di Myanmar.
Jumlah 1668 paket makanan itu terhitung hanya di sepanjang bulan Ramadan ini. Isinya berupa kebutuhan pokok seperti beras 25 Kg, susu, mie kering, gula, kacang-kacangan, bawang, dan cabai. Jumlah total barang yang diberikan dalam satu paket sebanyak sembilan buah.

Selain paket makanan, PKPU Human Initiative juga mendistribusikan 1000 paket berbuka puasa dan 387 paket pakaian baru untuk keluarga muslim Rohingya yang saat ini masih tinggal di kamp-kamp pengungsian di kota Sittwe dan Kyauktaw, Provinsi Rakhine Myanmar.

Sepanjang akhir 2017 lalu, sekitar 700 ribu muslim Rohingya yang tinggal di bagian utara Provinsi Rakhine harus mengungsi ke Bangladesh akibat operasi militer yang diluncurkan oleh pemerintah Myanmar. Ratusan ribu pengungsi tersebut saat ini tinggal di pengungsian sepanjang perbatasan antara Bangladesh dan Myanmar.

Saat ini masih ada sekitar 800 ribu orang Rohingya yang tinggal di dalam Myanmar, baik di desa-desa maupun di pengungsian. Kondisi mereka memprihatinkan di tengah kebijakan pembatasan dan diskriminasi yang diterapkan pemerintah Myanmar.

Salah satu pengungsi, Zurah Hatu, ibu dengan enam anak yang sudah tinggal selama 6 tahun di kamp pengungsian mengungkapkan kondisi sulit mereka alami akibat pembatasan akses pekerjaan, makanan dan pendidikan.

"Selama ini kami hanya berharap bantuan dari lembaga donor, karena selama di kamp tidak ada yang bisa kami lakukan. Anak-anak kami bersekolah namun kami tidak tahu masa depan mereka akan bagaimana. Kadang-kadang jika bantuan tidak ada, kami hanya makan seadanya." urainya.

Zurah tinggal di rumah panjang untuk pengungsi yang dihuni oleh delapan keluarga, di mana masing-masing keluarga hanya menempati ruangan seluas 9 m2.

PBB menyatakan etnis Rohingya merupakan etnis yang paling menderita di seluruh dunia. Isu kewarganegaraan, HAM dan kebebasan warga Rohingya untuk bergerak, masih menjadi perhatian dunia internasional. [ald]

Komentar Pembaca
Adhie Massardi - Unegh Unegh (Bag.1)

Adhie Massardi - Unegh Unegh (Bag.1)

, 19 JUNI 2018 , 11:00:00

Indonesia Bukan Antek Beijing dan AS!

Indonesia Bukan Antek Beijing dan AS!

, 18 JUNI 2018 , 09:00:00

Foto Skuad Cendana

Foto Skuad Cendana

, 15 JUNI 2018 , 18:53:00

Selamat Lebaran Dari Sudrajat

Selamat Lebaran Dari Sudrajat

, 15 JUNI 2018 , 13:04:00

Kebersamaan Di Hari Raya

Kebersamaan Di Hari Raya

, 15 JUNI 2018 , 08:43:00