Hanura

Pengawasan Pabrik Petasan Yang Meledak Di Tangerang Dipertanyakan

 JUM'AT, 27 OKTOBER 2017 , 10:31:00 WIB | LAPORAN: RANGGA DARMAWAN HARAHAP

RMOL. Antara bom dan kembang api sebenarnya adalah saudara yang diatur dalam Peraturan Kapolri 2/2008 tentang Pengawasan, Pengendalian dan Pengamanan Bahan Peledak Komersial.
Demikian dikatakan pengamat kepolisian dari Institut for Security and Strategic Studies (ISeSS), Bambang Rukminto saat hubungi wartawan, Jumat (27/10).

Saat kepolisian bergembira karena pucuk pimpinannya yakni Kapolri Jenderal Tito Karnavian mendapatkan pengukuhan sebagai gurubesar dalam bidang kontra terorisme, Kami kemarin, di saat yang hampir bersamaan puluhan orang berduka akibat ledakan pabrik kembang api di Tangerang, Banten.

Menurut Bambang bahwa problem keamanan bukan sekedar melawan aksi terorisme, tetapi membangun infrastruktur dan suprastruktur keamanan melalui regulasi yang ketat yang bisa memberi rasa aman dan menjaga keselamatan masyarakat. Bukan hanya untuk sekarang tetapi juga masa depan.

"Apalagi ini menyangkut kebutuhan industri. Dan seharusnya bukan soal wani piro," tuturnya.

Ledakan pabrik petasan di Kompleks Pergudangan 99, Jalan Salembaran Jaya, Desa Cengklong, Kecamatan Kosambi, Tangerang, setidaknya ditemukan 47 orang tewas dan 46 orang lainnya mengalami luka-luka.

Bambang menyinggung terkait penerapan aturan di lapangan dan bagaimana pengawasannya, security dan safety sebagai syarat mutlak dalam industri yang berkaitan bahan peledak.

"Apakah sudah diterapkan? Siapa yang bertanggung jawab terhadap kasus ini? Apakah sudah mendapat izin? Darimana bahan bakunya," tanya dia. [rus]

Komentar Pembaca
#KataRakyat: Ulama Berpolitik, Emangnya Ngaruh?
Eks Politikus Gerindra Dukung Jokowi-Ma\'ruf

Eks Politikus Gerindra Dukung Jokowi-Ma\'ruf

, 19 SEPTEMBER 2018 , 17:00:00

Ratusan Mahasiswa Bergerak Ke Istana Tuntut Presiden Jokowi Turun Tahta
Peluncuran Tagar #2019TetapPancasila

Peluncuran Tagar #2019TetapPancasila

, 13 SEPTEMBER 2018 , 16:15:00

HMI Demo Jokowi

HMI Demo Jokowi

, 14 SEPTEMBER 2018 , 03:12:00