Verified
Hanura

Pengamat Perkotaan: Parkir Karcis Rawan Bocor

 SENIN, 11 DESEMBER 2017 , 16:25:00 WIB | LAPORAN: BUNAIYA FAUZI ARUBONE

RMOL. Pengelolaan parkir di DKI Jakarta akan mengalami kemunduran jika tidak ditangani secara profesional atau kembali pada cara konvensional. Misalkan dengan penggunaan karcis biasa.

Pengamat perkotaan dari Universitas Trisakti Yayat Supriatna mengatakan bahwa tata kelola parkir konvensional dengan menggunakan karcis biasa justru berpotensi pada bocornya pemasukan parkir yang cukup besar.

"Di kota besar di Amerika Serikat saja sudah mengunakan parkir meter kok. Saya lebih memilih parkir meter karena kan Jakarta adalah kota metropolitan, kota besar pengelolaan parkiran on the street-nya harus bagus," katanya kepada wartawan di Jakarta, Senin (11/12).

Menurut Yayat penggunaan parkir meter di kota metropolitan seperti DKI lebih baik ketimbang menggunakan karcis. Pasalnya, penggunaan karcis parkir tidak bisa memastikan seberapa besar pendapatan yang dihasilkan oleh pemprov.

"Karcis lebih banyak celah kebocoran karena kan tidak diketahui secara pasti berapa yang dicetak, berapa yang keluar di lapangan. Malah di beberapa kasus satu karcis bisa dipakai untuk lima orang. Ini kan bahaya, kebocoran parkir itu banyak disitu," ungkapnya.

Penggunaan parkir meter menurut dia sejalan dengan program pemerintah pusat yang sudah memulai penggunaan e-money/ uang elektronik sebagai pembayaran tol atau keperluan lainnya. Dimana hal itu dilakukan untuk menciptakan transparansi dan terhindar kebocoran-kebocoran yang biasa terjadi pada pembayaran dengan karcis atau cash.

Selanjutnya >

Komentar Pembaca
BENANG MERAH (EPS.159): Anies Terlalu Lama Sendiri
Densus 88 Tembak Dua Terduga Teroris Tanjung Balai
Usut Tuntas Kasus <i>Hoax</i>

Usut Tuntas Kasus Hoax

, 17 OKTOBER 2018 , 05:41:00

Pecahkan Kode Perempuan

Pecahkan Kode Perempuan

, 19 OKTOBER 2018 , 04:43:00

Baksos Untuk Sulteng Dan NTB

Baksos Untuk Sulteng Dan NTB

, 18 OKTOBER 2018 , 03:54:00