Program Inovasi Desa, Upaya Optimalisasi Dana Desa di Halmahera Utara

Kamis, 28 Desember 2017, 20:58 WIB | Laporan:

Dana desa. (Net)

RMOL. Direktorat Jenderal (Ditjen) Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (PPMD) Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) mengajak seluruh komponen dan masyarakat desa untuk berperan aktif  dalam menyukseskan Program Inovasi Desa (PID). Sekaligus mendukung Gerakan Inovasi Desa (GID).  

"Dengan penyebarluasan pengetahuan dan inovasi dengan berbagai saluran komunikasi, berguna untuk percepatan kemajuan dan kemandirian desa. Termasuk melalui Bursa Inovasi Desa," kata Dirjen PPMD Kemendes PDTT, Taufik Madjid, Kamis (28/12).

Hal itu disampaikan Taufik saat menghadiri acara Bursa Inovasi Desa (BID) sebagai bagian dari kegiatan PID di Halmahera Utara, Maluku Utara, Kamis (28/12).

BID yang diselenggarakan di Halmahera Utara, terang Taufik, merupakan salah satu bentuk nyata dari GID.

Sebagai bagian dari tahapan kegiatan PID, BID juga menyediakan wadah mempertemukan berbagai komponen desa untuk saling bertukar gagasan, pengetahuan dan inovasi yang dapat direplikasi di desa mereka.

Tidak hanya itu, BID ini juga menjadi media bagi pelaku pembangunan desa untuk memberikan masukan atas adanya pengalaman inovasi yang sudah mereka lakukan namun belum terangkat.

Dalam PID, pengembangan inovasi yang aplikatif, tidak bergantung pada teknologi tinggi atau pihak pemilik program.

Melainkan datang dari upaya-upaya masyarakat atau pemerintah desa sendiri dalam menjawab tantangan, akan mendorong pengembangan ekonomi lokal.

Serta membantu percepatan kemajuan dan kemandirian desa.

Dalam pelaksanaan PID, perlu disadari bersama bahwa cakupan wilayah desa yang sangat luas serta kompleksitas persoalan dalam tata kelola pemerintahan desa. Untuk itu, membutuhkan koordinasi dan kolaborasi yang kuat antar pemangku kepentingan.

GID ini diharapkan dapat membangun momentum dan menjaring komitmen para pemangku kepentingan yang lebih luas. Sekaligus, untuk menguatkan dan memenuhi kebutuhan akan kolaborasi dan koordinasi tersebut. Sehingga mendorong peningkatan kualitas pembangunan desa yang lebih inovatif.

Untuk diketahui, pemerintah pusat telah menyalurkan Dana Desa yang jumlahnya terus meningkat setiap tahun, sejak 2015 lalu.

Namun, diperlukan upaya untuk mendorong terjadinya pertukaran pengetahuan dan inovasi antar-desa. Tujuanya, agar dana-dana yang dikelola desa tersebut dapat digunakan secara optimal dan lebih efektif untuk pembangunan.

Sehingga desa dapat saling belajar, memiliki masukan dan alternatif kegiatan dalam mengatasi persoalan pembangunan secara mandiri melalui pembangunan yang inovatif, terutama di empat bidang prioritas

Yakni produk unggulan desa (Prukades), BUMDES, embung, dan sarana prasarana olahraga, serta kegiatan dalam peningkatan sumberdaya manusia. [tsr]

Kolom Komentar


loading