Verified
Hanura

Keselamatan Transportasi Di Perairan Masih Diabaikan

 SELASA, 02 JANUARI 2018 , 09:56:00 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

RMOL. Insiden terbaliknya kapal penumpang cepat Anugerah Express di Sungai Sesayap, Tanjung Kelor, Tarakan, Kalimantan Utara, Senin kemarin (1/1) mengingatkan masih perlunya pembehanan saran transportasi air.

Pakar transportasi dari Masyarakat Transportasi Indonesia Djoko Setijowarno menilai kondisi pelabuhan tempat penumpang berangkat dan tiba, masih minim pelayanan yang menyangkut aspek keselamatan, keamanan dan kenyamanan.

"Dermaga tidak steril, semua orang dan ragam kendaraan bisa masuk tanpa ada pengawasan yang ketat dari petugas," kata Djoko melalui pesan tertulis kepasa Kantor Berita Politik RMOL, Selasa (2/1).

Djoko menyatakan, standar keselamatan, keamanan dan kenyamanan jangan sampai terabaikan walaupun pelabuhan itu dikelola oleh pemerintah daerah. Oleh karena itu, menurut dia, perlu adanya campur tangan dari pemerintah pusat, dalam hal ini Kementerian Perhubungan agar kejadian kecelakaan tidak lagi terjadi.

"Kementerian Perhubungan perlu campur tangan menangani transportasi perairan di daerah yang masih banyak masalah, agar publik yang menggunakan speedboat tidak menjadi korban sia-sia berikutnya," pungkas Djoko.

Berdasarkan manifest, penumpang termasuk awak kapal berjumlah 48 orang yang terdiri dari 43 dewasa dan lima anak-anak.

Selanjutnya >

Komentar Pembaca
Menteri Enggar Harusnya Mundur Dari Kabinet Kerja
Menteri PUPR: Hampir 1.000 KM Tol Terbangun
Bersihkan Puing Gempa Lombok

Bersihkan Puing Gempa Lombok

, 21 OKTOBER 2018 , 08:17:00

Patung Dua Kim

Patung Dua Kim

, 23 OKTOBER 2018 , 00:49:00

Hadiri Festival Nasyid Nusantara

Hadiri Festival Nasyid Nusantara

, 20 OKTOBER 2018 , 14:50:00