Verified
Hanura

Program Perhutanan Sosial Butuh Dukungan Pemda

 KAMIS, 11 JANUARI 2018 , 16:36:00 WIB | LAPORAN: WAHYU SABDA KUNCAHYO

RMOL. Rencana pemerintah akan membagikan hak pengelolaan atas hutan seluas 12,7 juta hektare masih menemui kendala. Dari target tersebut, baru bisa direalisasikan 1,34 juta hektare hingga Desember 2017. Untuk itu, pemerintah daerah harus mendukung implementasi program supaya target bisa tercapai.

Menurut Kabag Penelitian Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Hizkia Respatiadi, rencana pemerintah terhadap skema perhutanan sosial patut diapresiasi tapi juga harus didukung oleh pemerintah daerah.

"Koordinasi yang baik antara pemerintah pusat dengan pemerintah daerah adalah cerminan dari tujuan program ini yaitu memaksimalkan pengelolaan hutan agar membawa manfaat untuk lingkungan dan juga masyarakatnya," jelasnya kepada wartawan, Kamis (11/1).

Selain itu, baik pemerintah pusat maupun pemerintah daerah, tidak bisa melepaskan pengelolaan hutan tanpa memberikan bimbingan kepada pengelolanya. Masyarakat, masih memiliki keterbatasan, seperti kurangnya akses terhadap pendidikan dan informasi, kurangnya akses pada pembiayan usaha dan pasar dan jarang dilibatkan dalam pengambilan keputusan. Beberapa hal inilah yang menyebabkan pengelolaan hutan masih membutuhkan bimbingan.

"Pemberian hak kelola adalah awal bagus untuk masyarakat adat. Tapi pemberian hak tanpa adanya bimbingan tentu saja jadi percuma karena keterbatasan-keterbatasan yang dimiliki oleh masyarakat adat. Hal ini sebaiknya dikoordinasikan antar pemerintah, pusat dan daerah, supaya tanggung jawab untuk memberikan bimbingan ini jelas dan bisa berjalan," papar Hizkia.

Bimbingan dapat diberikan melalui para penyuluh kehutanan. Berdasarkan data dari KLHK, terdapat 3.162 orang penyuluh kehutanan yang merupakan Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan 4.219 orang Penyuluh Kehutanan Swadaya Masyarakat (PKSM). Masih ada penyuluh kehutanan yang berasal dari swasta, seperti dari Perhutani, yang jumlahnya tidak diketahui secara pasti. Peran mereka bisa dimaksimalkan untuk mendampingi masyarakat adat mengelola hutan.

Selanjutnya >

Komentar Pembaca
BENANG MERAH (EPS.159): Anies Terlalu Lama Sendiri
Densus 88 Tembak Dua Terduga Teroris Tanjung Balai
Usut Tuntas Kasus <i>Hoax</i>

Usut Tuntas Kasus Hoax

, 17 OKTOBER 2018 , 05:41:00

Pecahkan Kode Perempuan

Pecahkan Kode Perempuan

, 19 OKTOBER 2018 , 04:43:00

Baksos Untuk Sulteng Dan NTB

Baksos Untuk Sulteng Dan NTB

, 18 OKTOBER 2018 , 03:54:00