Verified
Hanura

Empat Keanehan Dalam Kebijakan Impor Beras

 MINGGU, 14 JANUARI 2018 , 16:39:00 WIB | LAPORAN: WAHYU SABDA KUNCAHYO

Empat Keanehan Dalam Kebijakan Impor Beras

Net

RMOL. Rencana pemerintah mengimpor beras sebanyak 500 ribu ton pada akhir bulan ini membuktikan adanya kekacauan dalam tata kelola pangan di Indonesia. 

"Sekaligus menunjukkan rendahnya mutu data pangan yang selama ini mereka miliki," kata Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon di Jakarta, Minggu (14/1).

Menurutnya, kebijakan yang diprakarsai Kementerian Perdagangan itu sangat aneh. Fadli melihat pernyataan pemerintah tidak ada yang sinkron satu sama lain. Dia pun menyebut ada sedikitnya empat keanehan dalam kebijakan impor beras.

Pertama, Kementerian Pertanian hingga saat ini masih mengklaim bahwa Januari 2018 akan terjadi surplus beras sebesar 329 ribu ton. Mengacu data Badan Pusat Statistik, Kementan menyatakan sepanjang 2017 produksi beras mencapai 2,8 juta ton, sementara tingkat konsumsi sekitar 2,5 juta ton.

"Jika angka tersebut benar seharusnya memang surplus beras. Tapi anehnya harga beras di pasar justru naik," kata Fadli.

Keanehan kedua adalah pemerintah menyebut kelangkaan beras terjadi pada jenis medium yang selama ini dikonsumsi masyarakat kalangan menengah. Namun, izin impor yang diterbitkan Kemendag untuk beras jenis premium.

Selanjutnya >

Komentar Pembaca
Partai Gerindra Vokal Tapi Belum Terarah

Partai Gerindra Vokal Tapi Belum Terarah

, 23 OKTOBER 2018 , 13:00:00

Indonesia Berpotensi Jadi Mangkuk Pangan Asia
Bersihkan Puing Gempa Lombok

Bersihkan Puing Gempa Lombok

, 21 OKTOBER 2018 , 08:17:00

Patung Dua Kim

Patung Dua Kim

, 23 OKTOBER 2018 , 00:49:00

Hadiri Festival Nasyid Nusantara

Hadiri Festival Nasyid Nusantara

, 20 OKTOBER 2018 , 14:50:00