Hanura

Koin Raksasa NU Care-Lazisnu Melintas Di Enam Provinsi

 KAMIS, 15 MARET 2018 , 03:32:00 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Koin Raksasa NU Care-Lazisnu Melintas Di Enam Provinsi

Foto/Net

RMOL. Dalam upaya sosialisasi dan memantapkan Gerakan Koin NU Peduli, NU Care-LAZISNU menggelar kirab Koin (kotak infak) Raksasa, yang diagendakan akan berangkat dari Banten sampai timur pulau Jawa, Kabupaten Banyuwangi.
Direktur Eksekutif NU Care-LAZISNU, Syamsul Huda menjelaskan, ada enam provinsi yang menjadi tempat kirab Koin Raksasa yaitu Provinsi Banten, DKI, Jawa Barat, Jawa Tengah, DIY, dan Jawa Timur.

"Di masing-masing provinsi, Koin Raksasa akan berhenti di 10 Kabupaten/Kota. Estimasi waktunya di satu provinsi dua minggu. Jika ada enam provinsi maka akan memakan waktu selama kurang lebih tiga bulan," papar Syamsul dalam keterangan resminya, Rabu (14/3).

Syamsul mengatakan bahwa perjalanan kotak infak memang tidak singkat, sebagaimana Gerakan Koin NU Peduli pun prosesnya tidak singkat untuk mencapai kesuksesan dan dikenal masyarakat khususnya warga Nahdliyin.

"Koin, yang bermakna ganda yaitu uang receh dan juga singkatan dari kotak infak, memang tidak singkat prosesnya. Pola penghimpunan dana dari warga untuk warga ini kami lihat berangkat dari Sukabumi dengan tradisi jimpitan, yang dipraktikkan oleh Almarhum Ajengan Abdul Basith," kata Syamsul.

Kemudian, tradisi jimpitan disempurnakan oleh PCNU Sragen yang diinisiasi oleh Kiai Ma'ruf Islamuddin lewat Gerakan Koin NU, yang pada April 2017 diresmikan oleh Ketua Umum PBNU KH. Said Aqil Siroj. Sukabumi lewat tradisi jimpitan telah berhasil mendirikan klinik ZIS, usaha peternakan kambing. Begitu pun dengan Sragen, dengan modal uang receh dari masyarakat membangun Rumah Sakit NU Sido Waras, jasa travel, dan program pemberdayaan ekonomi lainnya.

Dari Sukabumi dan Sragen, lanjut Syamsul, saat ini warga NU di berbagai daerah berlomba-lomba menggerakkan roda ekonomi Nahdliyin. Gerakan Koin NU, yang dimotori oleh NU Care-LAZISNU, dengan massif digalakkan oleh warga NU di Jombang, Banyumas, Kulonprogo, Tangerang Selatan, Surabaya, Kota Bandung, Semarang, Lampung dan Nganjuk.

"Daerah lain termotivasi oleh Gerakan Koin NU Sragen. Hal ini seperti apa yang diramalkan oleh Gus Dur, kebangkitan NU nanti akan dimulai dari Sragen," tutur Syamsul.

Melalui Kirab Koin Raksasa, NU Care-LAZISNU hendak memantapkan dan menyosialisasikan Gerakan Koin NU Peduli secara lebih luas di berbagai daerah. Pola penghimpunan Koin NU menjadi pola utama NU Care-LAZISNU. Sementara pola pengelolaannya seperti BMT, yang juga sukses di berbagai daerah seperti BMT NU Jawa Timur dengan mengelola dana 1,2 triliun, disusul BMT di Semarang 300 miliar, dan terakhir di Kecamatan Pasir Sakti Lampung Timur dengan pengelolaan 60 miliar.

Dari pola penghimpunan Gerakan Koin NU, pengelolaan model BMT, kemudian pola pendistribusian yang dilakukan 50 persen untuk pemberdayaan dan 30 persen untuk charity, dan 20 persen untuk pengelolaan.

Pemberdayaan yang diimplementasikan oleh NU Care-LAZISNU satu diantaranya adalah pemberdayaan Usaha Kecil Menengah (UKM) batik yang dirintis oleh para difabel di Blora, yaitu UKM Difabel Blora Mustika, yang saat ini tercatat ada 786 orang difabel di Kabupaten Blora yang tergabung di dalamnya. Beranjak dari pengelolaan yang serba sederhana, kini batik DBM sudah memproduksi sekitar 20 motif batik tulis dan 25 motif batik cap. [rus]

Komentar Pembaca
Grup Tari Saman Tuna Netra Pecahkan Rekor MURI
Massa Pro Dan Kontra Jokowi Bentrok

Massa Pro Dan Kontra Jokowi Bentrok

, 20 SEPTEMBER 2018 , 19:00:00

Ratusan Mahasiswa Bergerak Ke Istana Tuntut Presiden Jokowi Turun Tahta
Peluncuran Tagar #2019TetapPancasila

Peluncuran Tagar #2019TetapPancasila

, 13 SEPTEMBER 2018 , 16:15:00

HMI Demo Jokowi

HMI Demo Jokowi

, 14 SEPTEMBER 2018 , 03:12:00