Hanura

Nelayan Pembawa Bahan Peledak Ditangkap Di Laut Makassar

 SELASA, 17 APRIL 2018 , 00:52:00 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

RMOL. Sebuah perahu nelayan yang membawa bahan peledak ditangkap di sekitar Perairan Laut Makassar, Sulawesi Selatan, beberapa waktu lalu.
Penangkapan ini dilakukan oleh unsur KP POL XIV-012 yang tergabung dalam operasi patroli rutin Bakamla RI.

Kronologi penangkapan ini bermula saat KP POL XIV-012 yang dikomandani Inspektur Dua Polisi Suparno, melaksanakan tugas patroli laut pada hari Kamis (12/4) di sekitar perairan laut Makassar di Bawah Kendali Operasi (BKO) Bakamla RI.

Mereka kemudian mencurigai aktivitas sebuah perahu nelayan tanpa nama pada posisi 04°58’50” LS - 119°04’47” BT, atau sekitar perairan Pulau Lanjukang. Ipda Pol Suparno beserta tujuh Anak Buah Kapal (ABK) kemudian bergerak mendekati kapal yang mencurigakan tersebut. 

Saat dilakukan pemeriksaan dan penggeledahan, petugas menemukan beberapa material berupa bahan peledak di dalam perahu nelayan tersebut.

"Dari pemeriksaan awal yang dilakukan, petugas menemukan beberapa bahan bukti lain yaitu kompresor, selang, regulator, kacamata selam, bahan peledak dan sumbu ledak," ujar Suparno seperti keterangan tertulis yang diterima, Senin (16/4).

Perahu nelayan dinahkodai Hadi Bin H. Ambong Nuhung Warga Negara Indonesia (WNI) dibantu satu ABK, diketahui sedang mengangkut 18 ekor ikan campuran hasil tangkapan.

Perahu nelayan atau dalam bahasa daerah sekitar disebut Jalloro ini memiliki tanda selar lambung kapal warna biru dengan lis merah, diduga melakukan penangkapan ikan dengan menggunakan bahan peledak.

"Saat diinterogasi petugas, sang nahkoda mengakui perbuatannya, telah menggunakan bahan peledak untuk menangkap ikan di sekitar Laut Makasar," tukasnya.

Suparno kemudian menjelaskan bahwa hasil tangkapan ikan menggunakan bahan peledak tidak banyak, namun kerusakan ekosistem laut  yang ditimbulkan sangat luar biasa. Selain ikan-ikan kecil mati, terumbu karangpun ikut rusak dan membutuhkan waktu yang sangat lama untuk pemulihan ekosistem laut.

Guna pemeriksaan lebih lanjut, perahu nelayan beserta pengawaknya diamankan menuju Ditpolair Polda Sulawesi Selatan.

Sementara itu, pada lokasi yang sama, namun hari yang berbeda, KP POL XIV-012  juga mengamankan dua perahu nelayan yang tidak dilengkapi dokumen izin operasi di wilayah tersebut. [ian]

Komentar Pembaca
Indonesia Harus Belajar Dari Anjloknya Lira Turki
Dikecewakan Prabowo, GNPF Ancam Golput

Dikecewakan Prabowo, GNPF Ancam Golput

, 14 AGUSTUS 2018 , 15:00:00

Surat Keterangan PN Sleman Buat Mahfud MD

Surat Keterangan PN Sleman Buat Mahfud MD

, 09 AGUSTUS 2018 , 17:24:00

Hapus Ambang Batas Nyapres

Hapus Ambang Batas Nyapres

, 08 AGUSTUS 2018 , 14:37:00

Tegang Saat Prabowo Masuk

Tegang Saat Prabowo Masuk

, 10 AGUSTUS 2018 , 16:40:00