Jakarta Harus Terapkan Panel Surya Atap Untuk Kurangi Polusi Udara

Senin, 23 April 2018, 12:55 WIB | Laporan: Bonfilio Mahendra Wahanaputra

Foto: RMOL

RMOL. Ketergantungan yang tinggi terhadap penggunaan energi yang berasal dari fosil seperti minyak, gas, dan batubara dapat memperburuk pencemaran polusi udara di Jakarta.

Demikian disampaikan koordinator kampanye Iklim dan Energi Greenpeace Indonesia, Hindun Malaika saat acara penyambutan kapal kapal Rainbow Warrior di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin (23/4).

"Jakarta sebagai Ibukota harusnya menjadi contoh dalam melawan perubahan iklim. Caranya? Dengan beralih ke energi terbarukan," ujar Hindun.

Hindun memaparkan data Greenpeace Rainbow Warrior sudah lebih dari 100 kota di seluruh dunia telah menggunakan 70 persen sumber energi terbarukan.

Salah satu contoh energi terbarukan yang dimaksud adalah penggunaan panel surya di lingkungan perkotaan. Hal ini efektif karena banyak gedung-gedung tinggi di wilayah perkotaan.

"Pengembangan panel surya atap ini dapat jadi sumbangsih tiap individu maupun keluarga untuk mengatasi perubahan iklim dan hilangkan polusi dari udara," terang Hindun.[wid] 

Kolom Komentar


loading