Hanura

Ponpes Masih Jadi Penghasil Generasi Muda Bangsa Mumpuni

 MINGGU, 27 MEI 2018 , 04:33:00 WIB | LAPORAN:

Ponpes Masih Jadi Penghasil Generasi Muda Bangsa Mumpuni

Foto: Ist

RMOL. Generasi milenial dituntut mampu menyeimbangkan dengan memiliki pemahaman yang mapan terhadap ilmu keagamaan.
"Di masa depan, generasi muda yang hebat, tidak hanya pintar dan menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, tapi juga memiliki pemahaman ilmu keagamaan yang memadai," kata Wakil Ketua PW Anshor Jawa Barat (Jabar), Dedi Hasan Bachtiar saat acara buka puasa bersama bertema "Partisipasi Pondok Pesantren Dalam Mensuksekan Kelanjutan Program Pembangunan Nasional" di Pondok Pesantren (Ponpes) Al Munawarroh, Garut, Jawa Barat (Jabar), Sabtu (26/5).

Dedi menambahkan, peran Ponpes dalam mencetak generasi muda yang mumpuni tidak bisa dipandang enteng. Karena Ponpes menjadi kawah candradimuka bagi generasi muda atau santri untuk membangun karakter santri yang menguasai berbagai ilmu. Baik pengetahuan, teknologi dan ilmu agama.

Jika ketiga ilmu tersebut tidak bisa dikuasai secara seimbang, terangnya, maka dikhawatirkan akan muncul aksi-aksi yang melampaui batas seperti aksi terorisme dan radikalisme.

"Santri yang tidak dibekali dengan pemahaman ilmu keagamaan yang memadai, bisa menjurus pada aksi radikal dan teroris," papar anggota DPRD Provinsi Jabar dari Fraksi PDIP itu.

Sementara itu, pemilik sekaligus pimpinan Ponpes Al Munawarroh KH. Agus M Soleh mengatakan, pembangunan karakter para santri di pondok pesantren sesungguhnya telah sejalan dengan program revolusi mental yang tercantum dalam Nawacita.

Pembangunan karakter, melalui pendidikan yang memperkuat mental spiritual para santri dan santriwati bertujuan agar para santri tidak hanya kuat secara karakter, tetapi juga mampu menjunjung tinggi nilai kebhinnekaan dan keberagaman di Indonesia.

Hal ini tidak hanya berlaku di Indonesia, karena sesungguhnya Al Quran juga mengajarkan tentang keberagaman melalui perbedaan warna kulit, perbedaan bahasa dan perbedaan budaya.

"Al Quran tidak hanya mengajarkan kita untuk taat kepada Allah SWT, tetapi juga mengajarkan kita untuk menerima perbedaan antar umat manusia," kata Agus.

Oleh karena itu, para santri lulusan pondok pesantren diharapkan dapat menjadi generasi penerus bangsa yang tidak hanya pintar. Tetapi juga mampu menghargai nilai-nilai kebhinnekaan dan keberagaman yang ada di Indonesia. Sebagai wujud rasa syukur kepada Allah SWT.

Selain itu, lanjutnya, para santri dan kalangan pondok pesantren patut bersyukur, karena Presiden Jokowi sangat mengapresiasi peran santri dalam pembangunan nasional, melalui penetapan hari Santri Nasional.

Hal ini menjadi bukti, bahwa pemerintah mengakui dan menghargai peran santri, sebagai bagian dari program pembangunan generasi muda.

"Kita perlu berterima kasih kepada Presiden Jokowi yang sudah menetapkan hari Santri Nasional, sebagai wujud apresiasi terhadap keberadaan santri dan pondok pesantren," tutup Agus. [nes]


Komentar Pembaca
Indonesia Harus Belajar Dari Anjloknya Lira Turki
Dikecewakan Prabowo, GNPF Ancam Golput

Dikecewakan Prabowo, GNPF Ancam Golput

, 14 AGUSTUS 2018 , 15:00:00

Surat Keterangan PN Sleman Buat Mahfud MD

Surat Keterangan PN Sleman Buat Mahfud MD

, 09 AGUSTUS 2018 , 17:24:00

Hapus Ambang Batas Nyapres

Hapus Ambang Batas Nyapres

, 08 AGUSTUS 2018 , 14:37:00

Tegang Saat Prabowo Masuk

Tegang Saat Prabowo Masuk

, 10 AGUSTUS 2018 , 16:40:00