Hanura

LSPR Gelar Edukasi Internet Ramah Anak Di RPTRA Jakarta

 SENIN, 06 AGUSTUS 2018 , 06:05:00 WIB | LAPORAN: JOHANNES NAINGGOLAN

LSPR Gelar Edukasi Internet Ramah Anak Di RPTRA Jakarta

Foto/Ist

RMOL. London School of Public Relations (LSPR) Jakarta melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) menyelenggarakan kegiatan edukasi literasi internet ramah anak di delapan Ruang Publik Terbuka Ramah Anak (RPTRA) Jakarta, Minggu (5/8).
 
Ketua Pengabdian Kepada Masyarakat, LSPR Jakarta Yuliana Riana menjelaskan kegiatan dengan tema Literasi Internet Ramah Anak dan Edukasi ini salah satu perwujudan tridarma perguruan tinggi, yaitu pengabdian kepada masyarakat dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat.

"Kami berharap dengan kegiatan Literasi Internet Ramah Anak, perguruan tinggi dapat memberikan kontribusi yang nyata untuk dapat memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya pemahaman penggunaan internet secara benar. Kami berpikir bahwa peran orang tua sangatlah penting untuk memastikan internet dan gawai dapat memberikan manfaat optimal bagi tumbuh kembang anak baik pengetahuan maupun kepribadiannya," ujarnya dalam keterangan tertulis, Minggu (5/8).

Delapan dosen dan puluhan mahasiswa bekerjasama dengan Kementerian Komunikasi dan Informasi Republik Indonesia, ICT Watch, Yayasan Sejiwa, Forum Anak DKI Jakarta dan Traditional Games Return Community diterjunkan dalam kegitatan tersebut.

Target dari kegiatan Literasi Internet Ramah Anak ini ditujukan kepada orang tua dengan anak-anak berusia 7-14 tahun.

RPTRA yang menerima penyuluhan adalah RPTRA Meruya Utara, RPTRA Borobudur, RPTRA Cililitan, RPTRA Kebon Sirih, RPTRA Rasamala, RPTRA Semper Barat, RPTRA DKI Berseri, RPTRA Tiga Durian.  Adapun peserta yang mengikuti kegitan sebanyak 800 orang, dengan 30 orangtua dan 50 anak di setiap RPTRA.

Executive Dean Campus C, LSPR Jakarta Dr. Janette Maria Pinariya menambahkan LSPR Jakarta sebagai Sekolah Tinggi  Ilmu Komunikasi, menyadari pentingnya peranan institusi pendidikan dan akademisi untuk terus mengedukasi masyarakat mengenai penggunaan internet yang sehat.

Hal ini didasari dari data yang dimiliki oleh Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) yang menyatakan ada sekitar 24,4 juta anak muda yang berusia 10 hingga 24 tahun menjadi pengguna Internet.

Angka itu sama dengan 75,5 persen penduduk Indonesia. Keberadaan aktivitas anak muda menyumbang tak kurang dari 18,4 persen total pengguna Internet Indonesia yang berjumlah 132,7 juta jiwa saat ini.

"Kami berharap edukasi ini juga dapat meminimalisasi bahaya internet seperti cyberbully, terpapar konten negatif, menjadi korban dari pelanggaran privasi, dan juga dampak negatif lainnya," jelas Janette. [nes]



Komentar Pembaca
Memperingati 7 Tahun Kematian Kim Jong Il

Memperingati 7 Tahun Kematian Kim Jong Il

, 14 DESEMBER 2018 , 21:00:00

Politikus PDIP Bagi-bagi Amplop?

Politikus PDIP Bagi-bagi Amplop?

, 14 DESEMBER 2018 , 17:00:00

Dibonceng Ojek Online

Dibonceng Ojek Online

, 16 DESEMBER 2018 , 17:45:00

Anies Sambut Jakmania

Anies Sambut Jakmania

, 16 DESEMBER 2018 , 03:34:00

Sinterklas Di Protes Rompi Kuning

Sinterklas Di Protes Rompi Kuning

, 15 DESEMBER 2018 , 19:50:00