Hanura

Biaya Perawatan Dipangkas Rp 1,5 Miliar, RTH Ijo Royo-royo Dikhawatirkan Jadi Gersang

 KAMIS, 09 AGUSTUS 2018 , 10:19:00 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Biaya Perawatan Dipangkas Rp 1,5 Miliar, RTH Ijo Royo-royo Dikhawatirkan Jadi Gersang

Foto/Net

RMOL. Dalam APBD Perubahan 2018, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berencana memangkas anggaran Rp 1,5 miliar untuk perawatan Ruang Terbuka Hi­jau (RTH). Pemangkasan itu dikhawatirkan menghancurkan RTH yang tumbuh hijau alias ijo royo-royo.
Untuk itu, politisi Kebon Sirih meminta Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan agar tetap menyediakan anggaran perawatan RTH dalam APBD Perubahan.

Ketua Fraksi Partai Nasdem DPRD DKI Jakarta Bestari Barus mengatakan, kalau ang­garan perawatan RTH dipangkas akan membuat RTH tak terawat. Misalnya, RPTRA Kalijido yang rumput dan tanaman menger­ing. Fasilitas yang tersedia pun rusak. Bahkan, sekarang ini Kalijodo dikuasai preman.

"Preman berkuasa, mereka saat kami datang mengaku seku­riti. Kami tanya dibayar berapa, dia bilang tidak dibayar tapi swadaya, waduh," ujar Bestari di Jakarta, kemarin.

Bestari bersama Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Mar­sudi pada Rabu pekan lalu melakukan inspeksi mendadak ke RPTRA Kalijodo. Dalam kunjungan itu, dia menemukan sejumlah kelalaian pengelolaan aset daerah yang harusnya di­lakukan Pemprov DKI.

Antara lain kelalaian yang dimaksud adalah ruangan pen­gelola di RPTRA Kalijodo yang kini dijadikan tempat pe­nyimpanan minuman botol. Bestari mengatakan, penjualan minuman botol tersebut dikel­ola langsung preman penjaga RPTRA Kalijodo. Padahal 100 meter ke belakang taman ada Usha Mikro Kecil Menengah (UMKM) resmi yang pernah dibina Pemprov DKI.

Mirisnya, penjualan minuman botol tersebut dilakukan di pintu masuk RPTRA. Sedangkan penjual berstatus UMKM resmi ditempatkan di belakang.

"Dulu Pemprov DKI bisa usir seluruh preman di sini (Kali­jodo), sekarang dimasukin lagi. Tinggal tunggu tiga bulan ke depan, bapak datang diusir sama preman," ungkap Bestari.

Bestari meminta Anies mem­perhatikan kondisi taman-taman dan RTH itu. Kemudian Dinas Kehutanan agar mengurung­kan niatnya memangkas biaya perawatan seluruh RTH di Ibu­kota sebesar Rp 1,5 miliar dalam APBD Perubahan 2018.

Menurutnya, tidak logis bila SKPD yang seharusnya melaku­kan perawatan RTH justru men­gurangi anggarannya.

"Mau tambah miskin betul taman-taman kita ini. Anda jangan coba-coba kurangi ya anggaran perawatan RTH, kalau bisa ditambah tiga kali lipat," ungkapnya.

Kepala Dinas Perhutanan Djafar Muchlisin saat dikon­firmasi membantah kondisi mengenaskan RPTRA Ka­lijodo seperti disampaikan Bestari Barus. "Kalijodo itu tidak separah yang dicerita­kan," katanya.

Untuk sejumlah pohon dan rumput yang mati, karena musim kemarau. Dengan demikian, Djafar menyampaikan akan me­nambah intensitas penyiraman di seluruh taman oleh petugas PHL Dinas Kehutanan.

"Misal dari yang semula disiram dua kali sehari akan kita tingkat­kan tiga kali. Kalau tiga kali masih kurang, kita tambahkan menjadi empat kali," terangnya.

Pihaknya akan memasang sprinkler atau penyiram tanaman otomatis untuk mengantisipasi matinya tumbuhan di RPTRA Kalijodo. Pemasangan sprinkler itu juga diharapkan sebagai solusi dari kendala krisis air bersih di kawasan itu.

Selama ini, dikatakan Djafar, petugas selalu meminta ban­tuan atau mengambil langsung air bersih dari wilayah Jakarta Timur atau wilayah lain untuk melakukan penyiraman.

"Pada pemasangan sprinkler nanti kita akan kerja sama dengan PAM Jaya agar kendala air bersih ini teratasi," tandasnya. ***


Komentar Pembaca
Bawaslu Jangan Nurut Relawan Jokowi

Bawaslu Jangan Nurut Relawan Jokowi

, 16 AGUSTUS 2018 , 15:00:00

Soal Ekonomi, Sandiaga Butuh Rizal Ramli

Soal Ekonomi, Sandiaga Butuh Rizal Ramli

, 16 AGUSTUS 2018 , 13:00:00

Surat Keterangan PN Sleman Buat Mahfud MD

Surat Keterangan PN Sleman Buat Mahfud MD

, 09 AGUSTUS 2018 , 17:24:00

Tegang Saat Prabowo Masuk

Tegang Saat Prabowo Masuk

, 10 AGUSTUS 2018 , 16:40:00

Cakra 19 Untuk Jomin

Cakra 19 Untuk Jomin

, 12 AGUSTUS 2018 , 19:48:00