Hanura

Gubernur NTB Terpilih Minta Gempa Lombok Jadi Bencana Nasional

 KAMIS, 09 AGUSTUS 2018 , 22:33:00 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

RMOL. Pemerintah diminta menetapkan musibah gempa yang terjadi di Lombok ditetapkan sebagai bencana nasional.
"Kalau pemerintah punya hati dan peduli, mestinya gempa Lombok menjadi bencana nasional," kata Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) terpilih Zulkieflimansyah kepada wartawan, Kamis (9/8).

Zul mengungkapkan, selain sudah menelan ratusan korban meninggal dunia dan ribuan yang terluka, juga banyak rumah warga yang roboh akibat musibah tersebut.

Seperti di Kabupaten Lombok Utara yang hampir 80 rumah penduduk hancur. Sekarang masyarakat tidur di luar, di sawah, di bawah terpal sederhana. Seberapa lama anak bayi, orang tua dan lainnya akan hidup seperti ini,? tuturnya.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan, jumlah korban meninggal dunia akibat gempa Lombok 7 SR terus bertambah. Data perhari ini menyebutkan korban jiwa mencapai 259 orang.

Korban meninggal terdapat di Kabupaten Lombok Utara 212 orang, Lombok Barat 26 orang, Lombok Timur 11, Kota Mataram 6, Lombok Tengah 2 orang, dan Kota Denpasar 2 orang.

Sebanyak 1.033 orang luka berat dan masih dirawat inap di rumah sakit dan puskesmas. Pengungsi akibat gempa Lombok sebanyak 270.168 orang yang tersebar di banyak tempat.

Gempa Lombok juga menimbulkan kerusakan fisik meliputi 67.857 unit rumah, 468 sekolah rusak, 6 jembatan rusak, 3 rumah sakit rusak, 10 puskesmas rusak, 15 masjid rusak, 50 unit mushola rusak, dan 20 unit perkantoran rusak.[dem]


Komentar Pembaca
Bawaslu Jangan Nurut Relawan Jokowi

Bawaslu Jangan Nurut Relawan Jokowi

, 16 AGUSTUS 2018 , 15:00:00

Soal Ekonomi, Sandiaga Butuh Rizal Ramli

Soal Ekonomi, Sandiaga Butuh Rizal Ramli

, 16 AGUSTUS 2018 , 13:00:00

Surat Keterangan PN Sleman Buat Mahfud MD

Surat Keterangan PN Sleman Buat Mahfud MD

, 09 AGUSTUS 2018 , 17:24:00

Tegang Saat Prabowo Masuk

Tegang Saat Prabowo Masuk

, 10 AGUSTUS 2018 , 16:40:00

Cakra 19 Untuk Jomin

Cakra 19 Untuk Jomin

, 12 AGUSTUS 2018 , 19:48:00