Verified
Hanura

APHST Desak Ombudsman RI, Segera Periksa Dugaan Ijazah Palsu

 KAMIS, 11 OKTOBER 2018 , 16:00:00 WIB

APHST Desak Ombudsman RI, Segera Periksa Dugaan Ijazah Palsu
RMOL. Ketua DPRD Kab. Mimika dan Ketua PGRI Kab. Mimika tidak habis pikir kasus dugaan ijazah palsu di SMPN Banti tidak kunjung kepastian hukumnya.

Masyarakat Sultra tidak kalah herannya kasus ini belum juga ada satu lembaga yang menyatakan bahwa dua ijazah itu palsu. Demo mahasiswa atas masalah ini berkali kali di Polda Sulawesi Tenggara.

"Info dari kontak kami yang berkomunikasi dengan guru dan alumni SMPN Banti di Timika, mereka menyatakan tidak pernah ada "rambut lurus" (istilah suku di luar Papua) bersekolah disana. Jadi bagaimana orang Buton bisa punya ijazah di SMPN Banti. Orang Papua heran," kata Sulharjan, korlap unjuk rasa Aliansi Pemerhati Hukum Sulawesi Tenggara, Kamis (11/10), di Gedung Ombudsman RI, Jakarta.

"Kami ke Jakarta, membawa harapan Ombudsman RI melakukan pemeriksaan dan menyatakan dua ijazah itu palsu. Tolonglah, bagaimana daerah mau maju, kalau ditopang oleh kepalsuan," lanjut Sulharjan.

Kepada Ombudsman RI, APHST menyerahkan pernyataan tertulis dari Kepsek dari dua sekolah tersebut bahwa La Ode Arusani tidak pernah terdaftar sebagai murid di dua sekolah tersebut.

Dalam surat ke Ombudsman RI, APHST menjelaskan bahwa ijazah La Ode Arusani di SMPN Banti berkode NTB (23), padahal Papua kodenya 25. Usia di ijazah SLTP tersebut juga 30 tahun, jadi tidak mungkin diizinkan UN SLTP oleh Kemendikbud. Apalagi ybs sudah menikah dan punya dua anak.

Selanjutnya >
PAN Setuju Dana Saksi Dibiayai APBN

PAN Setuju Dana Saksi Dibiayai APBN

, 18 OKTOBER 2018 , 17:00:00

Ahmad Dhani Ditetapkan Tersangka

Ahmad Dhani Ditetapkan Tersangka

, 18 OKTOBER 2018 , 15:00:00

Usut Tuntas Kasus <i>Hoax</i>

Usut Tuntas Kasus Hoax

, 17 OKTOBER 2018 , 05:41:00

Pencakar Langit Jakarta

Pencakar Langit Jakarta

, 16 OKTOBER 2018 , 04:31:00

Dikunjungi Pejabat Mabes Polri

Dikunjungi Pejabat Mabes Polri

, 16 OKTOBER 2018 , 16:08:00