Dr. H. Oesman Sapta

Sangat Disayangkan Potensi Timah Di Laut Beltim Diabaikan

 SABTU, 13 OKTOBER 2018 , 15:03:00 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

RMOL. Tarik ulur sub zonasi tambang laut di wilayah 0-2 mil ke dalam draf Perda Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil (RZWP3K) Provinsi Bangka Belitung, belum menemukan titik temu. Kendati demikian, sebagian pihak menyayangkan jika potensi timah khususnya di laut Belitung Timur diabaikan begitu saja.

"Potensi timah di wilayah laut Beltim (Belitung Timur) cukup besar. Diperkirakan mencapai lebih dari Rp 100 triliun," kata tokoh pemuda Beltim, Budi Novi Ardiansyah dalamketerangan resminya

Hal senada dituturkan juga oleh Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Bangka Belitung, Fery Insani. Menurutnya, menghilangkan potensi timah akan sangat berpengaruh besar pada pendapatan daerah.

Hanya saja, kata Fery, pihaknya berharap agar penambangan dengan cara lama segera ditinggalkan, dan mulai beralih ke proses yang lebih ramah lingkungan. Hal ini sejalan dengan pernyataan Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Susi Pudjiastuti dalam kunjungan kerjanya ke Beltim pada 4 Oktober 2018. Saat itu, Susi meminta agar uji coba penambangan laut yang ramah lingkungan segera dapat direalisasikan PT. Timah.

Lebih jauh Fery mengungkapkan, saat ini perekonomian Babel secara umum masih ditopang oleh hasil pertambangan timah. Objek pungutan PAD secara langsung memang tidak mencantumkan sektor tambang, di darat maupun laut, karena ada royalti yang dibayar ke pusat, namun berdasarkan PP 5/2005, daerah mendapatkan penerimaan dari Dana Bagi Hasil Migas.

"Terlambat saja ekspor timah, anjlok pertumbuhan ekonomi kita. Kalau timah dihilangkan, kita belum siap," kata Fery.

Dari data yang dimiliki Bappeda Babel, pada 2017 penerimaan negara dari PT Timah lebih dari Rp 545 miliar, dan kontribusi langsung ke masyarakat lebih dari Rp 12 miliar. Sementara, data dari PT Timah menyebutkan Izin Usaha Pertambangan (IUP) di Babel meliputi area seluas 473.401 Ha, dimana 139.662 Ha atau 29 persennya berada di laut Babel. Luas ini adalah 2 persen dari total luas laut Babel yang ditetapkan dalam RZWP3K (0-12 Mil).

Potensi sumberdaya timah yang dimiliki 51 persennya berada di IUP Laut Babel. Dari jumlah tersebut 90 persennya berada di bawah 2 mil. Nilai potensi sumberdaya timah yang dimiliki (termasuk cadangan) sebesar Rp 194 triliun dan 51 persennya atau senilai Rp 99 triliun berada di laut Babel.

Dari data-data tersebut, terlihat jelas bahwa timah masih menjadi "urat nadi" perekonomian Babel. Fery menyepakati jika transformasi perekonomian Babel pasca timah harus disiapkan. [rus]
BENANG MERAH (EPS.167): Tak Seirama Di Kubu Petahana
#KataRakyat: Ahok Untungkan Jokowi-Maruf

#KataRakyat: Ahok Untungkan Jokowi-Maruf

, 14 FEBRUARI 2019 , 17:00:00

Tertawa Usai Diperiksa KPK

Tertawa Usai Diperiksa KPK

, 15 FEBRUARI 2019 , 02:52:00

Jumatan Di Kauman

Jumatan Di Kauman

, 15 FEBRUARI 2019 , 13:45:00

Rapur Penutupan DPD

Rapur Penutupan DPD

, 14 FEBRUARI 2019 , 13:38:00

Golkar: Nasdem Lepas Tangan Di <i>Injury Time</i>

Golkar: Nasdem Lepas Tangan Di Injury Time

Politik15 Februari 2019 10:37

Rizal Ramli: Mohon Maaf Pak Jokowi, Anda Tidak Kredibel
Jokowi Ulas Latar Iriana Dan Cucu, Korsa: Pilihan Warga Muhammadiyah Tidak Berubah
Beban Berat Jokowi Menghadapi Debat Kedua

Beban Berat Jokowi Menghadapi Debat Kedua

Hersu Corner17 Februari 2019 15:54

AI Di Ngawi

AI Di Ngawi

Dahlan Iskan18 Februari 2019 05:00

Ahmad Dhani Dikebut, Apa Kabar Kasus Pengeroyokan Yang Diduga Dilakukan Herman Hery?
Milenial Safety Road Di Bali Raih Rekor MURI

Milenial Safety Road Di Bali Raih Rekor MURI

Nusantara18 Februari 2019 05:50

Swasembada Dan Capaian Pertanian Indonesia
AI Di Ngawi

AI Di Ngawi

Dahlan Iskan18 Februari 2019 05:00

Terindikasi Kecurangan, BPN Evaluasi Dengan KPU
Catatan Pejalan

Catatan Pejalan

Rumah Kaca18 Februari 2019 03:20