Dr. H. Oesman Sapta

Serangan Di Nduga Papua Jangan Dibesar-Besarkan

 KAMIS, 06 DESEMBER 2018 , 14:55:00 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Serangan Di Nduga Papua Jangan Dibesar-Besarkan

Pdt Carles Simaremare/RMOL

RMOL. Penyerangan bersenjata di Kabupaten Nduga, Papua, yang menewaskan 19 pekerja PT Istaka Karya dan satu prajurit TNI, harus disikapi secara hati-hati.

Senator Papua Pdt Carles Simaremare meminta pemerintah pusat tidak membesar-besarkan masalah ini sehingga menjadi isu global.

“TNI-Polri juga pemerintah pusat jangan sampai membuat kasus ini seperti diinternasionalisasikan, jadi harus hati-hati,” ujarnya di Gedung DPD, Jakarta, Kamis (6/12).

Menurutnya, kelompok bersenjata itu memang ingin menarik perhatian dunia. Sehingga upaya-upaya yang mereka lakukan mendapat dukungan internasional.

Lebih lanjut, Carles mengimbau agar penanganan kasus ini tidak dilakukan dengan cara pembumihangusan, penembakan, dan operasi militer secara besar-besaran.

“Jangan seperti itu dan justru itu yang diharapkan oleh kelompok itu supaya makin disorot dunia, jadi harus hati-hati dalam ambil keputusan kebijakan di Papua,” pungkasnya. [ian]

Komentar Pembaca
#KataRakyat: Ahok Untungkan Jokowi-Maruf

#KataRakyat: Ahok Untungkan Jokowi-Maruf

, 14 FEBRUARI 2019 , 17:00:00

Buktikan Ancaman, SP-AMT Hadang Mobil Jokowi
Tertawa Usai Diperiksa KPK

Tertawa Usai Diperiksa KPK

, 15 FEBRUARI 2019 , 02:52:00

Tebar Senyuman

Tebar Senyuman

, 13 FEBRUARI 2019 , 14:09:00

Dukung Caleg PBB

Dukung Caleg PBB

, 13 FEBRUARI 2019 , 20:57:00

Rizal Ramli Komentari Pernyataan Pedas Kwik Kian Gie Kepada Darmawan Prasodjo
Golkar: Nasdem Lepas Tangan Di <i>Injury Time</i>

Golkar: Nasdem Lepas Tangan Di Injury Time

Politik15 Februari 2019 10:37

Kata Muchdi PR, Persahabatannya Dengan Prabowo Bagai DN Aidit Dan Natsir
Propaganda Rusia, Maling <i>Kok</i> Teriak Maling

Propaganda Rusia, Maling Kok Teriak Maling

Hersu Corner06 Februari 2019 16:40

Pauline

Pauline

Dahlan Iskan16 Februari 2019 05:13

Ricuh, Massa SP-AMT Berhasil Hadang Mobil Jokowi
Pelantikan Presiden Dan Wapres Terancam Ilegal