Kisah Awal Mula Letjen Doni Monardo Jadi Aktivis Lingkungan Dan Inisiator Penghijauan

Senin, 14 Januari 2019, 15:58 WIB | Oleh: Mega Simarmata

Doni Monardo/Dok

RMOL. Sejak akhir pekan lalu, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Doni Monardo bersafari mengunjungi sejumlah lokasi yang terkena dalam bencana alam.

Dari mulai lokasi bencana longsor di Cisolok Sukabumi, Pantai Carita di Banten hingga Lampung Selatan yang diterjang tsunami pada 22 Desember 2018.

Di setiap lokasi yang dikunjunginya, Doni gencar menyuarakan dan mendorong program penghijauan di lokasi-lokasi yang terkena dampak bencana alam.

Seperti kemarin (Minggu 13/1) di Kalianda, Lampung Selatan, misalnya. Doni menyempatkan diri menginisasi penanaman pohon di bibir pantai bekas bangunan penduduk yang tersapu bersih Tsunami.

"Saya berharap di sini tidak lagi dibuat bangunan, kejadian kemarin cukup menjadi pelajaran buat kita semua," kata Doni.

Ia berharap dengan adanya pepohonan bisa mengurangi korban jiwa maupun kerugian materiil bila terjadi ombak pasang ataupun tsunami.

"Apabila ombak pasang atau terjadi Tsunami air yang membawa sampah akan terhalang pepohonan dan kecepatan air pun akan berkurang dan memang seharusnya daerah pesisir pantai Kalianda tidak dibuat untuk pemukiman karena wilayah ini termasuk rawan becana Tsunami dan Longsor Gunung Rajabasa," sambung Doni.

Doni meyakini penanaman pohon sebagai pembangunan infrastruktur alam jangka panjang untuk daerah pesisir.

"Kita bisa pilih jenis pohon yang cocok dengan endemik setempat. Penanaman pohon untuk di bibir pantai bisa diangkarkan dengan menggunakan Dana Desa," terang mantan danjen Kopassus tersebut.

Doni memang dikenal lama sebagai aktivis lingkungan hidup.

Kecintaan dan keseriusannya di bidang lingkungan hidup, punya cerita tersendiri.

Ketika bertugas di Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres), ia mendapat tugas mengawal Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam kunjungan kenegaraaan di Brasil. Di negara penghasil kopi itu Doni berkenalan dengan banyak tentara.

Dari mereka itulah, ia mendengar pengalaman tentang militer di sana dikerahkan untuk program penyelamatan hutan Amazon.

Hutan Amazon sendiri merupakan hutan hujan tropis terluas di dunia.

Luas dari Hutan Amazon adalah 5.5 juta kilometer persegi dan terletak di sembilan negara yaitu Brasil (dengan 60 persen hutan), Kolombia, Peru, Venezuela, Ekuador, Bolivia, Guyana, Suriname, dan Guyana Perancis.

Sepulang dari Brasil, Doni merenungkan semua hasil obrolannya dengan tentara-tentara di sana. Militer pun bisa ikut berperan memperbaiki lingkungan hidup, khususnya melalui program penghijauan.

Ia lantas mempelajari seluk beluk masalah lingkungan hidup, terutama seluk beluk dan jenis pepohonan yang ada di Indonesia juga di berbagai belahan dunia

Inilah yang melatari Doni untuk ikut berperan dalam program penghijauan di Tanah Air.

Maka tak heran, mengapa sampai saat ini Doni sangat paham dan gencar mengupayakan pentingnya melakukan penghijauan di Indonesia.[***]



Kolom Komentar


Video

Real Count KPU Lambat!

Kamis, 18 April 2019
Video

KPU: Stop Katakan Kami Curang

Jumat, 19 April 2019
Video

Demokrat Masih Bersama Prabowo-Sandi

Jumat, 19 April 2019
loading