IMLEK 2019

Ternyata Klenteng Adalah Simbol Keharmonisan

Selasa, 05 Februari 2019, 14:45 WIB | Laporan: Ahmad Kiflan Wakik

Ibadat di Klenteng Hong Teng Hian/RMOL

RMOL. Agama adalah ajaran universal yang membawa pesan kebajikan. Agama tidak dimiliki oleh sebagian orang atau bangsa tertentu tetapi milik semua orang.

Begitu dikatakan Ketua I Bidang Agama Perhimpunan Tempat Ibadat Tridharma Se-Indonesia, Ong Khing Kiong di Klenteng Hong Teng Hian, Kota Surabaya, Jawa Timur (Selasa, 5/2).

Dia menjelaskan bahwa dalam tempat ibadat klenteng itu ada dua perpaduan budaya antara bedug yang dipakai umat Islam dan lonceng yang selalu ada di gereja.

"Perbaduan bedug dan lonceng itu penuh dengan arti dari simbolisasi filosofi. Bedug itu berarti bumi dan teng teng (bunyi lonceng) adalah langit," ujar Ong Khing Kiong.

Dari dua benda itulah, lanjut dia, asal mula kata klenteng berasal. Dia jelaskan juga, nama klenteng adalah simbol dari kebebasan dan terbuka bagi semua umat manusia.

"Ketika beribadat itu bedug dan lonceng itu kan dibunyikan, jadi bunyinya dug dug teng teng. Kalau dari jauh bunyi lonceng yang teng teng itu lebih kencang," jelasnya.

"Dari bunyi itu kemudian nama klenteng menjadi simbol keharmonisan di Indonesia. Karena kalau merujuk bahasa asli kan disebut Chinese Temple yang seolah identik milik Cina saja," demikian Ong Khing Kiong. [rus]

Kolom Komentar


Video

Real Count KPU Lambat!

Kamis, 18 April 2019
Video

KPU: Stop Katakan Kami Curang

Jumat, 19 April 2019
Video

Demokrat Masih Bersama Prabowo-Sandi

Jumat, 19 April 2019
loading