Pengamat: Fit And Proper Test Wagub DKI Cuma Akal-Akalan

Jumat, 08 Februari 2019, 16:34 WIB | Laporan: Bonfilio Mahendra Wahanaputra

Pangi Syarwi/RMOL

RMOL. Proses seleksi calon wakil gubernur DKI Jakarta dinilai sebatas akal-akalan untuk mengulur waktu. Sebab, hingga lima bulan ditinggal Sandiaga Uno, posisi wagub DKI masih kosong melompong.

"Fit and proper test itu akal-akalan saja," kata Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting, Pangi Syarwi Chaniago dalam diskusi di kawasan Cikini, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (8/2).

Menurutnya, proses seleksi juga terlalu mengada-ada. Salah satu yang disorotinya adalah kunjungan ketiga kandidat dari PKS ke fraksi-fraksi yang ada di DPRD. Tujuannya, sebatas memastikan kandidat tersebut memiliki hubungan baik.

Bagi Pangi, langkah itu meruapakan hal yang memalukan karena semakin mengulur-ulur waktu.

"Saya pikir agak memalukan. Wagub punya hubungan baik dengan DPRD apa tidak? Betapa banyak alasan," tegasnya.

Proses seleksi, sambungnya, harus lebih efektif. Setidaknya hanya butuh dua syarat, pertama tidak pernah korupsi dan kedua memiliki chemistry supaya tidak ada matahari kembar.

“Kalau bisa, wagub bisa menyelesaikan masalah dengan detail," tutup Pangi.

Seharusnya, lanjut Pangi, permasalahan wagub ini bisa tidak berlarut-larut bila kedua partai pengusung Anies-Sandi lebih intens dalam melakukan pertemuan.

Sedianya, malam ini tim panelis fit and proper test cawagub DKI akan mengumumkan dua nama kandidat cawagub dari PKS yang nantinya akan berikan kepada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. [ian]

Kolom Komentar


Video

Real Count KPU Lambat!

Kamis, 18 April 2019
Video

KPU: Stop Katakan Kami Curang

Jumat, 19 April 2019
Video

Demokrat Masih Bersama Prabowo-Sandi

Jumat, 19 April 2019
loading