Semakin Banyak Berita Bencana Semakin Tidak Bagus Bagi Dunia Pariwisata

Jumat, 08 Februari 2019, 17:38 WIB | Laporan: Ahmad Kiflan Wakik

Menteri Pariwisata, Arief Yahya/RMOL

RMOL. Semakin banyak media massa memberitakan soal bencana maka semakin besar juga dampak negatif dari pemberitaan tersebut bagi negara.

Hal tersebut disampaikan Menteri Pariwisata, Arief Yahya dalam Konvensi Nasional Media Massa di Sheraton Ballroom, Kota Surabaya, Jawa Timur, Jumat (8/2).

Konvensi yang menjadi rangkaian Hari Pers Nasional Jawa Timur 2019 kali ini mengangkat tema "Media Massa di Tengah Terpaan: Winner Take All Market".

"Ketika media semakin banyak memberitakan bencana, maka semakin banyak travel warning bagi kita," ujar Arief.

Dia kemudian mencontohkan saat erupsi Gunung Agung di Bali. Kata dia, akibat pemberitaan yang melahirkan travel warning itu Indonesia kehilangan sejumlah pendapatan dari wisata.

"Pada tahun 2017 ketika erupsi Gunung Agung, kita kehilangan pendapatan dari sektor wisata hampir 1 miliar dolar AS yang berasal dari menurunnya kunjungan setidaknya 1 juta wisatawan," jelasnya.

Untuk itu, Arief berharap ada perubahan terhadap kebiasaan dalam memberitakan kejadian bencana.

Menurutnya, media massa harus menonjolkan sisi humanis sebagai idealisme pemberitaan. Hal ini untuk mengubah istilah berita buruk yang selalu menonjol saat bencana terjadi.

"Itulah karya kita, karena kita suka menceritakan yang jelek-jelek, kalau jadi berita makin jelek kan makin banyak yang baca," tutup Arief. [rus]

Kolom Komentar


loading